NAMA besar orangtua sering bisa mendongkrak nasib anak-anaknya. Megawati Ketum PDIP diperhitungkan publik, awal-awalnya karena dia putri almarhum Bung Karno. Dan kini Agus Harimurti (AHY), meski kalah dalam Pilgub DKI tempo hari, namanya terus berkibar mendekati Pilpres 2019, karena dia putra Pak SBY. Di masa Orde Baru, Megawati digencet pemerintahan Soeharto karena dia anak Sukarno. PDI sengaja dibikin kisruh terus, agar nama Megawati mengerdil. Tapi meski sudah dimunculkan tokoh Suryadi segala, PDI yang dibenci Pak Harto itu terus mendelep dan hilang. Seiring dengan ambruknya Orde Baru, PDI-Perjuangan bentukan Megawati makin membesar dan berjaya. Itu semua awalnya karena dia anak Sukarno. Di masa Orba, untuk menjadi Pangdam saja harus jendral berbintang dua (Mayjen). Tapi kemarin itu, AHY yang baru mayor TNI bisa menjadi Cagub DKI karena dia putra Pak SBY yang mantan Presiden RI dan Ketum Demokrat. Tapi karena memang belum milik, meski anak itu pintar dan tampan, gagal juga menjadi DKI-1. Bagi Pak SBY, kalahnya AHY dan hilangnya uang bermiliar-miliar, itu tak jadi masalah. Yang penting berhasil mendongkrak putranya ke pentas nasional. Dan memang betul. Posisinya sebagai Direktur The Yudhoyono Institute, sangat memungkinkan dia malang melintang menembus berbagai lapisan. Dan namanya pun terus berkibar. Lembaga survei Poltracking kemarin melempar rilis, bahwa elektabilitas AHY sebagai Cawapres Jokowi di Pilpres 2019 berkejaran dengan Gatot Nurmantyo yang kini Panglima TNI. Bila Gatot 16,4 persen, dia menempel ketat pada angka 16 persen. Apakah publik sudah tahu prestasi dan kinerja AHY? Bukan! Mereka hanya melihat bahwa dia putra SBY. Untung AHY tidak jumawa karenanya. Dia pernah mengatakan, terlalu dini bila memikirkan Pilpres 2019. Akan halnya dia kini rajin menjelajah ke segenap pelosok nusantara, semata-mata untuk melengkapi pengetahuan dan mencari pengalaman mengenal Indonesia lebih baik. “Jika saya menemui banyak tokoh politik di sana, itu semata-mata untuk mengetahui kehidupan politik dan masyarakat,” ujarnya. Waktu masih panjang, langkah masih jauh untuknya. Siapa tahu isyu akan jadi Mensos pengganti Khofifah benar-benar jadi kenyataan. Itu merupakan ujian untuknya, ketika ekspetasi publik terlalu tinggi, karena dia putra SBY. – gunarso ts
Andaikan Agus Harimurti Bukanlah Putra Pak SBY
Rabu 29 Nov 2017, 07:34 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
Berita Terkait
News Update
Nasional
Dampingi Wapres di Papua Barat, Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
JAKARTA RAYA
Menebar Manfaat dari Darfur hingga Serang: Kisah Ipda Irfan Mengajar, Membangun dan Menginspirasi
HIBURAN
Kevin Gusnadi Anak Siapa? Potret Mesra dengan Ayu Ting Ting Jadi Sorotan di Momen Ulang Tahun ke-34