Download E-Paper

Di Sukabumi, Ribuan Ulama Tolak Putusan MK Soal Aliran Kepercayaan

Kamis, 16 November 2017 - 20:08
SUKABUMI (Pos Kota) – Ribuan ulama dan habaib dari berbagai penjuru Nusantara dan mancanegara menolak putusan Mahkaman Konstitusi (MK) mengenai pencantuman kepercayaan di kolom KTP dalam Undang-undang Administrasi Kependudukan (Aminduk). Penolakan itu merupakan salah satu buah pemikiran dalam Haul Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alwiy bin Abbas al-Malikiy al Hasaniy di Ma’had Darul Habib Islamic Boarding School, Kampung Cipamutih, Desa/Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/11/2017). Rekomendasi penolakan putusan MK itu langsung disampaikan kepada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy yang sekaligus salah satu penceramah.  Menerima aspirasi itu Gus Romi -sapaan karibnya- menegaskan PPP menindaklanjuti dalam bentuk revisi dari UU Anminduk tersebut. Namun revisi UU Aminduk bakal dilakukannya secara hati-hati dengan mengundang seluruh habaib dan ulama. Karena sebagai sebuah keputusan sesuai dengan UUD, standing position dari MK itu sudah final, tidak bisa dianulir. “Acara ini dihadiri para habaib dari mancanegara dalam rangka sharing isu-isu yang terjadi di dunia Islam, sekaligus penguatan Islam Ahlussunah wal Jamaah, dengan visi Islam yang lebih tawassuth (moderat) dan dakwah yang lebih merangkul. Tadi saya menerima aspirasi penolakan putusan MK memasukkan aliran kepercayaan dalam Undang-undang Aminduk,” ujarnya. Nanti akan dipikirkan bagaimana cara memfolow up-nya. Mengingat pencatuman aliran kepercayaan dalam kolom KTP bakal berkonsekuensi kepada biaya yang tidak sedikit. Dicontohkannya, bagian penertiban administrasi seperti beberapa bulan terakhir seputar kasus e-KTP menyedot perhatian dan melibatkan orang penting di negara ini. “Kemudian kolom agama nantinya dimungkinkan diisi penganut oleh aliran kepercayaan. Tentu kita berusaha seminimal mungkin agar tidak ada lagi proyek yang berpotensi menimbulkan kerugian baru. Kami akan menindaklajut aspirasi para habaib dan ulama ini,” ujarnya. Menurut panitia, Ustaz Muhammd Faruq al-Haddad, acara bertemakan “Hubbul Wathon dan Peran Ash-Shofwah dalam Mempertahankan NKRI” ini melahirkan rekomendasi-rekomendasi yang sifatnya menumbuhkan cinta Tanah Air dan memperkuat NKRI dengan metode dakwah yang lebih tawassuth. “Rekomendasi itu nanti akan menjadi acuan praktis sebagai langkah terobosan dakwah para peserta yang hadir,” tukasnya. (sule/win)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->