Perlintasan KA di Jakarta Rawan Kecelakaan

Selasa, 10 Desember 2013 14:30 WIB

Share
Perlintasan KA di Jakarta Rawan Kecelakaan
JAKARTA (Pos Kota) – Insiden kecelakaan yang melibatkan truk tangki Pertamina dan KRL Commuter Line (serpong-Tanah Abang) bukan tidak mungkin terjadi di lokasi lainnya. Data Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta mencatat sebanyak 100 persimpangan yang bersinggungan dengan perlintasan kereta api masih cukup rawan terjadi kecelakaan. Jumlah itu belum lagi ditambah dengan data dari  Daerah Operasional (Daop) I PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang melansir dari panjang lintasan kereta api di Jabodetabek terdapat 481 pintu perlintasan. Yang terdiri dari 337 perlintasan resmi dan 144 tidak resmi. Semua pintu perlintasan itu sangat rawan terhadap kecelakaan lalu lintas. Menurut Kepala Bidang Jembatan Dinas PU DKI Jakarta, Indrastuty R Okita menuturkan, pihaknya terus mengkaji rencana pembangunan FO dan UP di Jakarta. Semua pekerjaan itu harus dilakukan dengan anggaran tahun jamak (multiyears). Di 2013 telah diawali dengan membuat kajian terhadap pembangunan dua jalan layang dan dua FO. Semua itu tersebar Jalan layang untuk Tendean-Ciledug dan akses Terminal Pulo Gebang, FO di Permata Hijau dan Kuningan Sisi Selatan. "Yang bersinggungan dengan lintasan kereta api hanya di FO Permata Hijau," ujar Indrastuty R Okita, Selasa (10/12). Sebelumnya dikatakan Indrastuty pada APBD DKI 2013, Pemprov DKI Jakarta berencana  membangun 10 FO dan UP untuk mengurangi jumlah persimpangan sebidang dengan kereta api. Tapi, program itu dikurangani, karena Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuat program jalan lingkar layang (loopline elevated) untuk Kereta api Commuterline Jabodetabek (KCJ). Sehingga program pembangunan FO dan UP bersisa menjadi satu FO yang bersinggungan dengan KA. "Ada dua UP kami yang dibatalkan. Kini tengah ditinjau lagi, karena dianggap cukup prioritas," imbuhnya. Dua UP tersebut yakni di Kartini dan Cenderawasih,” pungkasnya. (guruh/sir)
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar