BOGOR (Pos Kota) - Berniat melerai perkelahian antar pelajar saat tawuran, seorang guru SMK PGRI 2, Armadi 35, malah dianiaya. Atas tindakan kriminal sekelompok siswa dari sekolah lain, Ahmadi menderita luka memar. Kriminalitas jalanan pelaku berseragam atas korban pada Kamis (28/11) sekitar pukul 07.20 pagi di Jalan Djuanda, depan Kampus Analis Kimia Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor ini, kini berakhir di kantor polisi. Armadi sebagai korban pemukulan yang menderita memar di bagian kepala dan di belakang telinga, lalu membuat laporan polisi dan visum rumah sakit. "Saya selalu memantau siswa saya setiap paginya. Saat bersama anggota Satgas Pelajar Kota Bogor, ada tawuran. Mau pisahin, malah dikeroyok,"kata Armadi. Ia menuturkan, banyak pelajar di depan kampus Kimia Analis yang mau terlibat tawuran. Upaya pencegahan, dirinya berusaha membubarkan aksi meresahkan pelajar tersebut. Tiba-tiba seorang pelajar malah melakukan pemukulan dibantu rekan lainnya. Petugas berhasil mengamankan empat pelajar MR 16, RN 16, AZ 16 dan AD 15, sebagai pelaku penganiayaan. "Otak pelaku pemukulan AN 16, kabur dan kini buron,"kata AKP Condro Sasongko, Kasat Reskrim Polres Bogor Kota. Menurut AKP Condro, AN merupakan pelaku yang pertama melakukan pemukulan atas korban. (yopi/sir)
Mau Melerai Tawuran, Guru SMK Dianiaya Siswa
Kamis 28 Nov 2013, 11:56 WIB

Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
Berita Terkait
News Update
JAKARTA RAYA
Kemarau Panjang, Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Nasional
Aida S Budiman Lulusan Mana? Cek Rekam Jejak Sosok yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI
JAKARTA RAYA
Pembuang Bayi ke Tong Sampah di Depok Nekat Bersalin Mandiri, Motif Takut Ketahuan Tempat Kerja