MOBIL murah atau low cost green car (LCGC) mulai menohok penjualan mobil seken (bekas), khususnya mobil kota alias city car. Pemasaran tersendat karena banyak konsumen indent mobil baru Rp100 jutaan. Dampak merosotnya penjualan mobil seken jenis city car ini membuat pedagang mengurangi stok. Contohnya show room MG Motor di bawah bendera Raja Bursa Mobil (RBM) Mal Palem, untuk sementara tidak melayani pembelian jenis city car. "Pasarannya lagi melorot lantaran orang ramai-ramai beli mobil murah," ujar LiLy Intan di Mal Palem, Jalan Raya Kamal, Cengkareng, Jakbar, kemarin. Show room MG Motor sebenarnya sedang berupaya memperbanyak stok dagangan hingga 100 unit. "Di tempat kami sih ada beberapa unit city car," jelas Lily yang melayani penjualan sekaligus pembelian. MOBIL DIESEL Dia lebih memprioritaskan pembelian mobil diesel maupun kelas premium yang harganya di atas Rp200 juta. Seperti Panther, Innova, Pajero Sport, Fortunes, Land Cruiser, dan lainnya. Proses pembayaran sangat praktis dan aman. Michael Go, pengelola RBM Mal Palem memprediksi pengaruh LCGC terhadap bisnis mobil seken tidak akan berlangsung lama. "Saya yakin dalam waktu dekat ini aktivitas bisnis seken meningkat lagi, bahkan unit seken LCGC akan ikutan di dalamnya." (joko/ak) Teks : Michael Go, pengelola RBM Palem. (joko)
Akibat Program Mobil Murah, Pasaran Mobil Bekas Lesu
Rabu 30 Okt 2013, 07:49 WIB

Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
Berita Terkait
News Update
OLAHRAGA
BNI Kawal Langkah 26 Atlet Indonesia dalam Badminton Asia Junior Championships 2026 di Jepang
OTOMOTIF
GAC Indonesia Perluas Jaringan Dealer hingga Akhir 2026, Layanan AION dan HYPTEC Makin Dekat
OTOMOTIF
900 Teknisi dan Service Advisor AHASS Jakarta-Tangerang Bersaing di AHM-TSC 2026, Ini Daftar Juaranya