Geng Motor dan Pelaku Perkosaan Dibekuk

Kamis, 24 Oktober 2013 19:28 WIB

Share
Geng Motor dan Pelaku Perkosaan Dibekuk
KARAWANG (Pos Kota) – Satu lagi anggota geng motor yang terlibat pemerkosaan wanita di bawah umur secara bergantian sambil diancam dengan hunusan samurai di Karawang ditangkap polisi, setelah buron selama dua minggu. Dengan demikian anggota Satreskrim Polres Karawang, sudah menangkap dua pelakunya. Sedangkan dua pelaku lainnya masih diburu ke beberapa tempat yang dijadikan lokasi persembunyiannya. Pelaku yang ditangkap kemarin, SC, 20,  pemuda pengangguran warga Tanjungpura, Karawang Barat. Dia merupakan salah satu pelaku yang turut  memperkosa ED , 14, ditangkap polisi ketika menyamar jadi pemulung barang rongsokan di Bogor Timur. Penangkapan terhadap SC, setelah polisi mendapat informasi dari  AN , 21,  yang pertama ditangkap polisi ketika pelaku berada di dekat pompa bensin (SPBU) di lokasi di Karawang Barat. Dari AN, inilah SC, berhasil dibekuk ditempat persembunyiannya di Bogor. "Tersangka SC, kami tangkap  saat sedang bekerja sebagai pemulung di Bogor," kata Kasatreskrim AKP Mirzal Maulana melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Iptu Yoga, Kamis (24/10). Kepada pemeriksanya, SC mengaku, usai memperkosa ED, pagi harinya, kabur ke Bogor, setelah dititipkan tetangganya ke salah satu pengusaha barang bekas di daerah Kota hujan tersebut. Tempat persembunyian SC, tercium polisi selanjutnya dilakukan penangkapan. . "Kita sekarang sedang mendalami keterangan para pelaku untuk mengetahui peran masing-masing tersangka dalam tindak perkosaan itu," ungkap Yoga. DI KEBUN KOSONG Selanjutnya SC mengaku, dia memperkosa ED, bukan atas kemauan sendiri, melainkan karena ajakan tersangka lain. SC mengaku hanya  ikut memperkosa satu kali di salah satu kebon kosong yang berada di sekitar tanggul irigasi KW 5 Tunggakjati, Karawang Barat. "Di TKP ini, keempat tersangka (AN, I, SC dan S) ikut mencabuli korban," ujar Yoga. Tindak perkosaan yang pertama, di satu tempat dekat komplek Perumahan Resinda Karawang, kedua dilakukan di sekitar jembatan Bojong (Tanjungpura-Kedungwaringin). Tetapi, di TKP yang kedua (Jembatan Bojong, red) perkosaan hanya dilakukan oleh tersangka I. "Tersangka I dan S masih terus kita cari," tegasnya. DIANCAM SAMURAI Aksi perampasan dan pemerkosaan anak dibawah umur tersebut, terjadi Jumat (4/10) malam sampai Sabtu (5/10) dinihari di beberapa tempat di Karawang Barat. Pada saat itu  ketika korban bersama dua rekannya sedang ngobrol bareng dipinggir jalan jalan lingkar (Interchange) gerbang Tol Karawang Barat. Saat itu datang empat pelaku.  Semula empat pelaku, minta uang kepada korban sebesar Rp 5.000. Korban menolak permintaan pelaku, karena korban merasa tidak punya uang untuk diberikan kepada pelaku. Kesal tak diberi uang, pelaku menganggap korban melawan. Saat itulah salah seorang pelaku menghunuskan samurai ke leher korban yang semula diselipkan di balik bajunya. Ketika korban diancam akan dibunuh, pelaku bukan hanya minta uang, tetapi juga diminta menyerahkan HP yang digenggamnya. Setelah HP korban berpindah tangan, ketiga pelaku memaksa korban untuk dibawa  ke kebun pisang tak jauh dari Perumahan Resinda. “Di sana korban diperkosa AN bersama seorang rekannya, kemudian di tempat lainnya secara bergiliran sebanyak tujuh kali”  ungkap Kasatreskrim AKP Mirzal Maulana, ketika beberapa jam setelah penangkapan AN. (nourkinan/d).
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar