Kosmetik Abal-abal Banyak Dipesan Dokter Kecantikan

Rabu, 23 Oktober 2013 16:44 WIB

Share
Kosmetik Abal-abal Banyak Dipesan Dokter Kecantikan
PAMULANG (Pos Kota) – Kosmetik abal-abal yang disita petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten dari satu apotik kawasan Bidex H 16, BSD Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kemungkinan sudah beredar hingga berbagai provinsi. Bahkan, kebanyakan yang memesan adalah kalangan dokter kecantikan. “Hasil temuan puluhan kwitansi yang ada saat pengerebekan atau penyitaan barang komestik yang membahayakan konsumen berasal dari kalangan dokter kecantikan di berbagai provinsi yang ada di Indonesia,” kata Kepala BPOM Banten Rostiawati, Rabu (23/10). Menurut dia, kwitansi yang berhasil disita dan diambil petugas BPOM antara lain dari wilayah Nusa Tenggara Barat, Sumatera, Denpasar, Semarang, Surabaya dan Jakarta umumnya konsumen adalah dokter kecantikan. "Aneka jenis kosmetik yang diproduksi di antaranya jenis pemutih, pembersih wajah hingga masker. Selain mengandung bahan berbahaya, kosmetik tersebut juga tidak mengantongi ijin edar. Bila tetap digunakan, bisa membahayakan kulit," ujarnya yang mengaku bentuknya masih berupa bahan baku dan sudah siap edar khususnya jenis pemutih, pembersih wajah hingga masker. Sebelumnya, kegiatan peyitaan dilakukan petugas BPOM Banten setelah menyelidiki dan mendapatkan informasi bahwa kebanyakan barang komestik abal-abal ini diproduksi di salah satu apotik kawasan BSD Serpong. Petugas BPOM Banten akhirnya dating dan melakukan pengerebekan hingga berhasil membawa sekitar 1 truk kosmetik illegal yang ditenggarai membahayakan pemakainya. Hasil pemeriksaan sementara selain memmproduksi kosmetika illegal, tambah dia, kegiatan apotik itu juga tak memiliki izin resmi baik dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Perdagangan Kota Tangsel. (anton) Teks : Sejumlah barang komestik illegal atau abal-abal yang membahayakan disita petugas BPOM Banten di Tangsel. (anton)
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar