Kambing Jantan Jawa Banyak Diburu Pembeli

Selasa, 1 Oktober 2013 09:49 WIB

Share
Kambing Jantan Jawa Banyak Diburu Pembeli
HARI Raya Idul Adha masih dua pekan, namun pedagang hewan kurban telah menjamur di berbagai lahan kosong dan di pinggir jalan di ibukota yang dijadikan pasar dadakan. Permintaan yang meningkat membuat pedagang makin bergairah. Jenis kambing mendominasi pasar dadakan tersebut. Harun, pedagang di Pasar Kambing, Tanah Abang, mengatakan terjadi peningkatan permintaan sekitar 30-50 ekor dibanding hari biasa. Jenis kambing yang dijual, ettawa, manggala, dan kambing kacang. Harganya mulai Rp1,5 juta hingga Rp6,5 juta. "Yang paling banyak diminati pembeli, kambing Jawa jantan, soalnya murah dan sudah jadi tradisi. Kalau domba biasanya jarang. Hanya orang Sunda yang biasanya beli domba buat kurban," katanya, kemarin. HARGA NAIK Majid, pedagang lainnya, mengatakan, hari biasa dia hanya mampu menjual 5 ekor kambing, namun menjelang Idul Adha bisa menjual sampai 12 ekor per hari. "Begitu juga harganya, naik sekitar Rp200 ribuan dari hari biasa." Ia menyebutkan, saat tiga atau empat hari menjelang Idul Adha, permintaan akan semakin bertambah. “Biasanya bisa mencapai 20 ekor menjelang empat atau tiga hari Idul Adha.” BISA DITITIP Harun saat ini menyiapkan sekitar 200 ekor kambing. Berasal dari daerah Wonosobo, Yogyakarta, Purbalingga dan beberapa daerah di Jawa Tengah. “Hewan yang dijual di sini terlebih dahulu melewati pemeriksaan dokter dan memiliki izin jual,” jelas Irwan, pedagang lainnya. Para pedagang ini juga menambahkan, pembeli dapat membeli hewan korban beberapa hari sebelum Idul Adha lalu menitipnya kembali kepada pedagang. "Beli sekarang bisa nitip lagi, kalau nggak punya lahan untuk pelihara, tinggal nambah uang buat makannya saja," ujarnya. Pedagang kambing di pasar tersebut memperkirakan puncak penjualan hewan kurban akan terjadi pada H-3. (john/ak)
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar