Ahok Serang Gamawan Fauzi, Staf Ahli Kemendagri Pasang Badan

Jumat, 27 September 2013 19:57 WIB

Share
Ahok Serang Gamawan Fauzi, Staf Ahli Kemendagri Pasang Badan
JAKARTA (Pos Kota) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi tersinggung dan berang atas  pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar belajar lagi konstitusi, terkait agar dievaluasi lagi penempatan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung. "Pak Gamawan tersinggung, dan berang atas pernyataan Ahok tersebut," papar Staf Ahli  Mendagri  Bidang Politik Hukum dan Hubungan Antarlembaga Reydonnizar (Donny) Moenek, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (27/9)  sore. Dalam konteks penempatan Lurah Susan ini, menurut Dony, tidak ada salah dari pernyataan Gamawan agar penempatan Lurah Susan dipertimbangkan lagi. Karena Mendagri menghendaki agar dipertimbangkan untuk dievaluasi kembali. "Saat itu, Pak Gamawan ditanya wartawan atas masalah penolakan Lurah Susan oleh warga. Ketika itu, Mendagri minta agar penempatan Susan dievaluasi lagi karena dapat mengganggu kinerjanya," tutur Dony, didampingi Kepala Pusat Penerangan Restu Ardy Daud. . Ia mengatakan sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 73 Tahun 2005 memang pengangkatan lurah merupakan kewenangan pemerintah daerah. Namun bukan  berarti Mendagri ikut campur dalam kewenangan kepala daerah dalam pengangkatan  lurah. Menurut Dony, karena sekarang ini Susan mendapat penolakan dari warga, karenanya Mendagri meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk mempertimbangkan  kembali penempatannya. "Tetapi mengapa Ahok responnya berlebihan, sampai minta Pak Gamawan agar belajar konstitusi lagi," tutur Dony yang siap pasang badan berdiskusi dengan Ahok tentang masalah tersebut. Dony meminta Ahok dalam posisinya sekarang ini agar dalam mengeluarkan pernyataan menempatkan konten dan konteksnya, serta beretika. "Sebab apa yang disampaikan Mendagri itu dengan keinginan ada target capai siapa pun lurah yang ditempatkan di suatu wilayah," tutur Dony. (Johara/d)
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar