Diserbu Makanan Impor Bisnis Kue Basah Tetap Basah

Jumat, 20 September 2013 07:16 WIB

Share
Diserbu Makanan Impor Bisnis Kue Basah Tetap Basah
KENDATI diserbu berbagai jenis makanan impor, namun bisnis kue tradisional (jajanan pasar) di Pasar Kue Subuh Senen, Jakarta Pusat, tetap bergairah. Pembeli tidak hanya warga Jakarta, tetapi dari wilayah Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Pasar Kue Subuh di areal Pasar Senen dikenal sebagai tempat menjual berbagai jenis kue dengan harga relatif murah. Di antaranya lontong, pastel, arem arem, bolu, risoles, dan sejumlah kue konsumsi masyarakat sehari-hari. Silvia, pemilik toko kue mengaku berjualan kue di Pasar Senen sejak 26 tahun silam. “Selama ini saya menjual kue basah. Di sini tidak pernah sepi,” katanya tanpa bersedia menyebut omzetnya. Dia semula menekuni usaha itu sebagai hobi. Bahkan, pernah diundang belajar membuat kue secara gratis oleh PT Boga Sari. Sehingga, menjadikan kesenangannya menjadi penghasilan, dengan menjual kue kecil-kecilan. Kini dia sudah punya toko sendiri dengan mempekerjakan 12 karyawan. “Kita punya pabrik sendiri di daerah Sunter, Jakarta Utara. Melayani pesanan kue dalam jumlah banyak,” ungkapnya. OMSET MELESAT Mayoritas pedagang buka pukul 19:00 WIB hingga pukul 07:00 esok harinya. Omset mereka melesat pada bulan Ramadhan. “Menjelang Lebaran lalu omzet naik lebih dari 100 persen,” jelas Idad, pedagang. Dia bisa meraup omzet Rp1 juta per hari atau naik dari biasanya yang hanya Rp200 sampai Rp300 ribu. “Saat ini, tidak ada nastar tetapi hanya kue basah. Omzetnya juga tetap tinggi.” Kue basah yang dijual seperti  lemper, bacang, risoles dan kue basah lainnya Halim, yang juga pedagang, sampai meraup omzet Rp15 juta sebulan. Padahal, biasanya Rp8 juta sampai Rp10 juta. "Ramadan dan Lebaran lalu memang panen. Tapi kini tetap ramai meski tidak seperti saat Lebaran lalu.” Harga-harga kue basah per satuan, di antaranya: * Kue cantik manis Rp800 * Pastel Rp1.000 * Risoles mayonaise Rp2.500 * Sosis solo Rp1.000 * Lemper kecil Rp1.000 * Lemper ukuran besar Rp2.000. Menurut Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, H.Selamat Nurdin, PD Pasar Jaya, harus tetap mempertahankan Pasar Kue Subuh tersebut. Karena, mereka rata-rata pedagang kecil. Terkait rencana pembangunan Pasar Senen Blok III-Blok VI, anggota DPRD tersebut berpesan agar para pedagang kue Subuh mendapat perhatian. “Jangan sampai mereka kehilangan  tempat.” (john/ak)
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar