Ahmad Koiron : Joko Widodo Layak Capres 2014

Sabtu, 7 September 2013 18:10 WIB

Share
Ahmad Koiron : Joko Widodo Layak Capres 2014
JAKARTA (Pos Kota)  - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) sudah layak menjadi Calon Presiden 2014. Jokowi di KA-330Megawati menilai Jokowi memiliki getaran jiwa Bung Karno Menurut Koordinator Nasional Relawan Jokowi Ahmad Khoiron Mustafit, didampuknya Jokowi untuk membacakan "dedication of life" yang ditulis Presiden Pertama RI Soekarno dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke III di Econvantion Park, Ancol, Jakarta Utara, merupakan sinyal positif bahwa mantan Walikota Solo itu akan diusung sebagai calon Presiden (Capres) di Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 mendatang. "PDIP Sangat layak untuk mencapreskan Jokowi. Mengapa Jokowi dinilai Megawati memiliki getaran jiwa seperti proklamator Bung Karno," terang Direktur Eksekutif The Veteran Center kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (7/9/2013). Ahmad berpandangan,  Jokowi sudah memiliki modal kepercayaan dari rakyat atas kepemimpinannya sbg Gubernur DKI Jakarta. Jokowi juga merupakan pejabat publik yang bersih dan bersahaja. Selain itu, Jokowi relatif tidak memiliki dosa sosial di masa lalu. "Jokowi adalah representasi rakyat yang melawan terhadap birahi para pemimpin parpol yang tidak memiliki kemampuan dan track record sebagai pemimpin tetapi sangat ngotot menjadi Capres," jelasnya. Sudah setahun ini, kata Ahmad, Jokowi sukses memimpin Jakarta, setahun ke depan lagi pasti semakin banyak prestasi yang diukir oleh Jokowi. "Kami kagum dengan gebrakan Jokowi yang sederhana, tidak neko-neko dan baik hati," kata Ahmad. Menurutnya, dengan argumentasi tersebut diatas, Relawan Jokowi mendesak Ketua Umum PDIP Megawati dan jajaran pengurus DPP maupun DPD untuk mencapreskan Jokowi. "Jika PDIP tidak mencapreskan Jokowi pada Rakernas PDIP, akibatnya sangat berbahaya bukan hanya bagi PDIP itu sendiri, tetapi juga bagi kelangsungan bangsa, karena kepemimpinan national yang gagal memerangi KKN dan gagal memakmurkan rakyatnya, akan terus berlanjut hingga lima tahun ke depan," katanya (rizal/prihandoko/toga/d)
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar