JAKARTA (Pos Kota) - Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso menilai hal yang wajar bila hingga saat ini Indonesia belum bisa mengatur ketersediaan kedelai. Sebab, ketergantungan akan impor pangan masih tinggi. "Begitu dollar bergejolak, maka harga kedelai ikut naik. Celakanya lagi, barang itu sudah ada di sini untuk tiga bulan, kemudian dollar naik, lantas kenapa kedelai ini ikut naik juga?" katanya dalam sebuah diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9). Ia mengaku, di saat harga kedelai meroket dirinya tengah membuat beberapa rencana strategis guna menyelesaikan hal tersebut seperti berkoordinasi dengan pemda terkait pembelian kedelai lokal, membeli kedelai lokal sebesar 20 ton di Kabupaten Sigli untuk digunakan Kopti DKI, menjajaki asosiasi petani kedelai dan pemerintah Amerika Serikat dan Brazil selaku pengimpor kedelai, dan mengadakan MoU dengan Gakopti untuk mendistribusikan 21.900 ton kedelai per bulan di sembilan provinsi. Ia menekankan, Bulog akan mendistribusikan 100 ribu kedelai impor untuk 11 provinsi dengan rata-rata pemenuhan kebutuhan sekitar 78.42 persen. "Alokasi impor terbesar akan didistribusikan Kopti Jawa Tengah sebesar 28 ribu ton (76.80 persen pemenuhan kebutuhan). Untuk Bali dan NTB masing-masing akan didistribusikan 1.500 ton. Jakarta akan disalurkan 16 ribu ton (89,96 persen pemenuhan kebutuhan),"pungkasnya. (prihandoko/d)
Dirut Bulog: Ketergantungan pada Produk Impor Masih Tinggi
Jumat 06 Sep 2013, 20:55 WIB

Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
Berita Terkait
News Update
HIBURAN
Jadwal Tayang Home, Almost Kapan? Viral Film Debut Azka Corbuzier Tembus Festival Film New York
Daerah
Respons Pengaduan Masyarakat, Satgas Pemkab Serang Sidak Tambang Pasir di Pabuaran dan Ciomas
OLAHRAGA
Lokasi Nobar Final Timnas Indonesia vs Thailand 5 Oktober 2026 di Mana Saja? Ini Daftarnya di Jabodetabek