Dirut Bulog: Ketergantungan pada Produk Impor Masih Tinggi

Jumat, 6 September 2013 20:55 WIB

Share
Dirut Bulog: Ketergantungan pada Produk Impor Masih Tinggi
JAKARTA (Pos Kota) - Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso menilai hal yang wajar bila hingga saat ini Indonesia belum bisa mengatur ketersediaan kedelai. Sebab, ketergantungan akan impor pangan masih tinggi. "Begitu dollar bergejolak, maka harga kedelai ikut naik. Celakanya lagi, barang itu sudah ada di sini untuk tiga bulan, kemudian dollar naik, lantas kenapa kedelai ini ikut naik juga?" katanya dalam sebuah diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9). Ia mengaku, di saat harga kedelai meroket dirinya tengah membuat beberapa rencana strategis guna menyelesaikan hal tersebut seperti berkoordinasi dengan pemda terkait pembelian kedelai lokal, membeli kedelai lokal sebesar 20 ton di Kabupaten Sigli untuk digunakan Kopti DKI, menjajaki asosiasi petani kedelai dan pemerintah Amerika Serikat dan Brazil selaku pengimpor kedelai, dan mengadakan MoU dengan Gakopti untuk mendistribusikan 21.900 ton kedelai per bulan di sembilan provinsi. Ia menekankan, Bulog akan mendistribusikan 100 ribu kedelai impor untuk 11 provinsi dengan rata-rata pemenuhan kebutuhan sekitar 78.42 persen. "Alokasi impor terbesar akan didistribusikan Kopti Jawa Tengah sebesar 28 ribu ton (76.80 persen pemenuhan kebutuhan). Untuk Bali dan NTB masing-masing akan didistribusikan 1.500 ton. Jakarta akan disalurkan 16 ribu ton (89,96 persen pemenuhan kebutuhan),"pungkasnya. (prihandoko/d)
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar