China Sikat Kasus Korupsi Tingkat Tinggi

Senin, 2 September 2013 00:42 WIB

Share
China Sikat Kasus Korupsi Tingkat Tinggi
BEIJING -  Pihak berwenang Cina telah mengumumkan penyelidikan dugaan korupsi terhadap Jiang Jiemin, kepala komisi yang mengawasi satu BUMN negara itu. CHINA-POLITICS/Jiang Jiemin, kepala komisi yang mengawasi satu BUMN China - Reuters. Kementerian Pengawasan mengatakan Jiang diduga melakukan "pelanggaran berat disiplin." Dia tidak secara terbuka mengomentari tuduhan itu. Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada korupsi oleh manajer perusahaan negara. Sebelumnya, Presiden Cina Xi Jinping telah bersumpah untuk memberantas korupsi di Cina, ia memperingatkan bahwa korupsi dapat mengancam keberlangsungan Partai Komunis. Hingga Maret lalu Jiang menjabat sebagai kepala perusahaan China National Petroleum Corporation (CNPC), yang menghadapi sejumlah tuduhan korupsi. Pekan lalu diumumkan bahwa empat eksekutif CNPC diselidiki terkait kasus korupsi Dalam beberapa bulan terakhir publik telah melihat beberapa kasus korupsi yang melibatkan profil pejabat tinggi, termasuk diantaranya yaitu pejabat senior partai Bo Xilai, yang diadili untuk kasus penyuapan, penggelapan, dan penyalahgunaan kekuasaan pada bulan Agustus. Bo membantah semua tuduhan terhadap dirinya. Pada awal Agustus lalu, manajer umum perusahaan telepon milik negara China Mobile Ltd. ditahan di selatan provinsi Guangdong. Ia juga sedang diselidiki untuk pelanggaran disiplin. Pengguna internet juga semakin mengejar mereka yang dianggap telah melakukan kesalahan melalui kampanye dan pengumuman secara online. Tetapi dalam beberapa minggu terakhir telah ada tanda-tanda bahwa hal ini mengkhawatirkan pemerintah. Sejumlah wartawan ditangkap karena menyebarkan "desas-desus" dan para blogger yang berpengaruh pun ditangkapi. (bbc/d)
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar