Mendagri Tidak Mentolerir Kekerasan di IPDN

Selasa, 27 Agustus 2013 13:37 WIB

Share
Mendagri Tidak Mentolerir Kekerasan di IPDN
JATINANGOR (Pos Kota) - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menegaskan dirinya tidak akan memberikan toleransi terhadap mahasiswa yang masih melakukan kekerasan di lingkungan Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Itu disampaikan Gamawan dalam sambutannya saat mewisuda 1.541 Lulusan IPDN, di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Selasa. "Sejak saya dilantik menjadi menteri Tahun 2009, saya tegaskan hentikan kekerasan di IPDN," tutur Gamawan. Ia menambahkan Kementerian Dalam Negeri dan civitas akademika tidak segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap mahasiswa yang masih melakukan kekerasan. Ia menjelaskan mahasiswa datang ke IPDN bukan untuk berperang, tetapi untuk menimba ilmu. Dalam menimba ilmu, yang ditonjolkan bukan kekerasan tetapi kerjasama dan tolong-menolong yang dilandasi kasih-sayang. Apalagi lulusan IPDN adalah calon pemimpin di dalam masyarakat. Tugas utamanya adalah mengayomi dan melayani masyarakat, karenya mari kita tinggalkan paradigma lama yang penuh kekerasan. Kita perlu lakukan pendidikan yang baik. Gamawan juga mengakui sampai sekarang ini pihaknya sudah  memecat 45 mahasiswa karena terlibat dalam tindakan kekerasan. "Dalam forum pengarahan, saya jelaskan kepada mahasiswa bahwa saya tidak akan ragu-ragu memecat 10 sampai 20 orang kalau ada yang terlibat  dalam  kekerasan," tutur mantan gubernur Sumatera Barat. Menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Rabu (28/8) akan datang ke IPDN untuk melantik Pamong Praja Muda. "Kedatangan SBY ke IPDN ini merupakan yang pertama sejak Tahun 2006, setelah terjadinya kekerasan  tidak lagi datang ke IPDN. Saya memang ditekankan Bapak Presiden agar membenahi IPDN," papar Gamawan. (johara/sir)Teks Gbr- Mendagri Gamawan Fauzi ditanya wartawan usai mewisuda 1.541 mahasiswa di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat. (johara)
Reporter: Admin Super
Editor: Admin Super
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar