Sejuta Butir Petasan Mau Dikirim ke Tangerang

Selasa, 19 Mei 2009 - 14:46 WIB

| More

INDRAMAYU (Pos Kota) – Razia petasan terus dilancarkan jajaran Polres Indramayu setelah kemarin merazia satu juta butir petasan di Blok Jembatan Merah Desa Lobener, Indramayu. Selasa ini (19/5)  polisi kembali merazia  belasan ribu butir petasan dari Indramayu.

Barang bukti hasil razia  1 juta butir petasan  milik Ny. San, 43 warga Desa Telukagung itu diangkut truk E 8135 S  dikemudikan Nu, 32. Rencananya petasan itu dikirim ke alamat pemesan di Tangerang. Agar tak meledak, pagi dan sore petugas terpaksa mengguyur air  145 kardus petasan itu di gudang.

“Petasan yang bernilai puluhan juta rupiah itu merupakan barang pesanan dari pedagang di Tangerang.  Sayangnya  sebelum  barang pesanan itu diterima pembeli, keburu ditangkap polisi, kami rugi puluhan juta rupiah,” ujar Ny. San dihubungi Pos  Kota.

Menurut Ny. San, petasan itu dibuat 3 bulan terakhir oleh para pekerja yang terdiri dari anak-anak dan ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan. Para pekerja mendapatkan upah borongan. Pekerja anak-anak  menggarap pekerjaan yang dinilai tidak berbahaya seperti menggunting kertas, membuat selongsong, membuat sumpal tanah liat.

Pekerja dewasa yang mengerjakan pekerjaan cukup berbahaya seperti memasukkan serbuk potasium ke selongsong dan memasang sumbu. Setiap pekerja  memperoleh penghasilan Rp12 ribu hingga Rp25 ribu sehari.

Sebelum dikirim, petasan dimasukkan dalam kantong plastik. “Ukuran petasan yang dirazia itu sebetulnya tidak terlalu besar.

Jenisnya  cabe rawit dan kembang api,” ujarnya. Sekalipun ukurnanya kecil tapi diakui memproduksi atau memperjuanbelikan petasan itu dilarang.

“Daripada nganggur lumayan membuat petasan buat nambah-nambah pendapatan keluarga,” katanya. Saat truk pengangkut petasan dicegat polisi Ny. San mengaku shock dan jiwanya merasa terguncang. “Kapok Mas jualan petasan lagi,” imbuhnya.

Sedangkan petasan hasil razia Rabu meski jumlahnya tak sebanyak hasil razia sehari sebelumnya namun efeknya membuat jera  para pengusaha petasan di daerah sentra produksi seperti Desa Telukagung, Krasan, Kalimati, Lobener dan Rambatan.

Kini setelah polisi gencar merazia petasan di jalan-jalan, banyak produsen petasan yang menghentikan kegiatan pengiriman ke tempat pemesan. Petasan produksi Indramayu ini setiap tahun membanjiri ibukota dan sekitarnya bahkan sampai ke  Sumatera. (taryani/sir)

Bookmark and Share

Baca Juga

  • No Related Post
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id