Sudah 21 Tahun Kebanjiran
70 Warga Minta Kelanjutan Pembangunan Saluran dan Tagih Pompa Air
Senin, 21 November 2011 - 20:44 WIB
CENGKARENG (Pos Kota) – Lebih dari 70 Warga RW.01 Kel. Kapuk, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat, mendatangi kantor kelurahannya memprotes perbaikan saluran air yang ditelantarkan. ”Perbaikan saluran air terhenti sejak tahun 2009 hanya sampai di RT 001/02,” kata Ketua RW.01,Juhri.
Tahun 2004 – 2009, menurut warga, dilakukan perbaikan saluran air. Namun sampai RT.001/02 terhenti. Sedang di RT.005 dan RT.011/01 tidak dikerjakan yang hanya tinggal 100 meter lagi.
Sampai ada rencana perbaikan lanjutan tahun 2011 ini, pihak pemborong didampingi kelurahan tidak bersedia untuk melanjutkan proyek yang ditelantarkan tersebut dengan alasan proyek yang ditenderkan hanya sepanjang 1.400 meter.
”Ini disampaikan beberapa hari lalu saat dilakukan pertemuan Ketua RW 01 dengan pihak pemborong dan pihak kelurahan. Kami warga tetap meminta untuk dilanjutkan dan diakhiri tanpa titik temu,” jelas Juhri.
Karena tidak ada titik temu maka Senin (21 November 2011) dilakukan pertemuan kembali antara pihak pemborong Sudin PU Tata Air , Muspikel Wakil Lurah, Bimas dan Babinsa dan warga.
Pada pertemuan ini tidak hanya antara pengurus RW atau RT tapi juga banya wakil warga yang datang. ”Kedatangan warga ingin mendengar langsung agar lebih jelas. Sehingga yang datang ke kelurahan kurang dari 100 orang,” tambah Juhri.
Warga menyatakan, jika saluran air yang terlantar tidak dikerjakan akan berpengaruh banjir lebih parah, setidaknya di lima RT, RT 004-005-006-0011 dan RT 0012/01.
Tapi jika dikerjakan rumah warga di wilayah Kampung Apung, yang sudah kebanjiran permanen selama 21 tahun , akan sedikit terbantu. “Minimal bisa mengurangi genangan yang sudah ada,” katanya.
Pertemuan dengan suasana panas, selain menagih kelanjutan perbaikan saluran air, warga juga menagih janji pembangunan rumah pompa yang akan dibangun di wilayah perbatasan RW.01 dengan wilayah Jakarta Utara.
”Rencana pembangunan di wilayah perbatasan sudah disetujui saat ditinjau walikota, Sudin PU Tata Air dan Wakil Lurah dari Kapuk Muara. Tapi kini mengapa akan dibangun di wilayah di luar RW 01 Padahal yang menderita adalah warga RW 01,” jelas Juhri.
Melihat kondisi tersebut Juandi seorang staf perencanaan dari Sudin PU dan Tata Air JakartaBarat merespon keluhan warga Kampung Apung, dan berjanji, Minggu ini juga akan me lanjutkan pekerjaan yang telantar tersebut. ”Kecuali masalah pembangunan rumah Apung, tidak mendapat tanggapan,” ujar Juhri. (herman/dms)
FOTO : Ketua RW 01 Kapuk Juhri menyampaikan aspirasi warga pada pertemuan di kantor Kelurahan Kapuk, Senin. (herman)
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 