Beredar SMS Meresahkan, Pria Pendatang Jadi Sasaran

Jumat, 20 Agustus 2010 - 17:45 WIB

| More

BOGOR (Pos Kota) – Tiga pria asing, bukan warga desa setempat, kembali menjadi bulan-bulanan massa, setelah sebelumnya seorang pria bersarung tanpa identitas, tewas menggenaskan karena diamuk massa.

Nasib tiga pria ini masih beruntung. Nyawa mereka tertolong, walau luka sobek banyak memenuhi tubuh mereka.

Penganiayaan atas tiga pria pendatang di Kampung Joglo Desa Cipinang Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor ini terjadi pada Jumat (20/8) siang. Warga melakukan pengadilan jalanan atas tiga korban, karena terbakar emosi atas beredarnya SMS dari orang tidak di kenal pasca meninggalnya pria bersarung Kamis (19/8) pukul 01.00 malam kemarin.

Ke tiga korban yang belum di ketahui identitasnya ini, kini di amankan di Mapolsek Rumpin, guna penyilidikan.

Kapolsek Rumpin, Kompol Sarmili mengungkapkan, keresahan warga menyusul beredarnya layanan pesan singkat bernada penculikan anak untuk diambil organ tubuhnya ini, membuat warga di Kecamatan Rumpin marah. Mereka selalu menaruh curiga terhadap warga asing yang memasuki wilayah ini.

”Pokoknya kalau orang asing, mereka langsung curiga sebagai pelaku penculikan. Mereka mengamati gerak-gerik lebih dahulu. Jika mencurigakan, mereka langsung bertindak. Untuk ke depan, pihaknya minta, agar lapor saja polisi, biar petugas yang tangani. Takutnya orang baik, namun karena salah persepsi, langsung di aniaya. Ini yang kami hindari,” kata Kompol Sarmili.

Kapolsek menambahkan, tiga pria ini dianiaya massa Jumat (20/8) sekitar pukul 12.00, atau usai sholat jumat. Usia mereka rata-rata berkisar 45 tahun. Identitas mereka belum di ketahui, karena pihaknya belum melakukan penyilidikan diakibatkan masih perawatan atas luka yang dialaminya.

Olah TKP dan keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian, petugas belum menemukan tanda ke tiga korban merupakan pelaku penculikan anak. Hanya beberapa batu dan kayu serta benda tumpul di temukan di sekitar lokasi.

”Kepada warga, saya himbau, agar tidak takut berlebihan, namun tetap menjaga anak mereka. Jangan juga main hakim sendiri,” ungkapnya.

Sementara kematian pria bersarung di Kampung Kalapa Tilu RT 03/02 Desa Cipinang akibat amuk massa yang curiga (Pos Kota 20/8), hingga kini masih dalam penyilidikan, termasuk menyelidiki identitas korban. Pria yang tewas menggenaskan itu diperkirakan berusia sekitar 30 tahun. (yopi/dms)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id