Hobi Ngetem, Angkutan Umum Macetkan Terminal Pulogadung
Selasa, 10 Januari 2012 - 19:48 WIB
PULOGADUNG (Pos Kota) – Puluhan angkutan umum di Terminal Pulogadung masih hobi ngetem di depan pintu masuk terminal. Akibatnya arus lalu lintas di jalan raya sekitar terminal kerap mandek.
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang berjaga seakan tak mampu mengatasinya. Kondisi seperti itu hampir terjadi setiap waktu.
Pantauan di lapangan, Selasa (10/1), angkutan umum yang membandel tersebut di antaranya, Mikrolet M27 dan M02 (jurusan Pulogadung-Kampung Melayu), Metro Mini T45 (Pulogadung-Pondok Gede), dan T49 (Pulogadung-Manggarai), mereka ngetem berlama-lama di seberang pintu masuk Terminal Pulogadung, tepatnya di sepanjang Jl. Bekasi Timur, arah Tugas.
Selain itu, Bus Mayasari 507 (Pulogadung-Tanah Abang) yang kerap ngetem di Jl. Perintis Kemerdekaan, dan Mayasari 57 (Pulogadung-Blok M) yang doyan ngetem di lintasan Busway seberang Pasar Pulogadung. Padahal, semestinya seluruh angkutan umum tersebut masuk ke Terminal Pulogadung.
Tampak dua orang petugas dari Dishub dan polisi meminta para sopir untuk menjalankan kendaraannya. Namun, tindakan petugas hanya dianggap angin lalu. Para sopir hanya berjalan pelan, dan kembali ngetem.
“Ngetemnya angkutan bikin macet jalan ini. Kita yang bawa motor, sering pusing dan emosi dibuatnya. Macetnya jalan juga karena ada pedagang Kaki-5 di sekitar Terminal Pulogadung yang menggunakan badan jalan. Ini sudah terjadi setiap hari tetapi petugas nggak ada yang mampu menertibkan,” kata Dharma, 28, pengguna jalan.
Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Budi Sugiantoro, mengatakan, banyaknya angkot yang ngetem tidak pada tempatnya, selain karena minimnya tingkat kedisiplinan sopir angkot, juga disebabkan pula oleh banyaknya penumpang yang mencari angkot di luar terminal.
Untuk itu dia berharap, petugas di Terminal Pulogadung rajin mengimbau kepada sopir untuk masuk dan ngetem di dalam terminal, serta menggiring penumpang untuk menaiki angkot dari dalam terminal.
“Harus ada pengaturan dari UPT terminal agar tidak ada lagi angkot yang menyumbat di mulut terminal. Misalnya penumpangnya diarahin atau digiring ke dalam terminal. Kalau perlu terminalnya ditata sedemikian rupa hingga semua penumpang harus menaiki angkot dari dalam terminal,” kata Budi.
Kasudin Perhubungan Jaktim, Mirza Aryadi Soelarso, mengatakan, untuk menertibkan para sopir yang membandel tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polisi, dan TNI. Sanksi tegas dapat diberikan kepada sopir yang kerap ngetem sembarangan. Mulai dari penilangan, hingga membekukan izin operasinya.
“Kita akan tata secara bertahap. Ada rencana penertiban dalam waktu dekat ini. Sebelumnya juga kita sudah sering sosialisasikan, dan sejumlah rambu dilarang berhenti juga sudah kita pasang. Tapi memang tingkat kedisiplinan sopir masih kurang. Sopir yang membandel itu, bukan hanya bisa kita tilang, tetapi bisa juga dicabut izin trayeknya,” tandas Mirza. (yulian/dms)
TEKS FOTO:
1. Bus Mayasari Bakti 57 (Pulogadung-Blok M) kerap ngetem di lintasan Busway seberang Pasar Pulogadung. (yulian)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 