Belasan Warga di Pinggir Kali Ciliwung Diminta Pindah
Selasa, 10 Januari 2012 - 21:45 WIB
TEBET (Pos Kota) – Belasan warga yang bertempat tinggal pinggir Kali Ciliwung di RT 07 dan 09/011, Kel. Kebon Baru, Tebet diminta meninggalkan rumah atau bangunan mereka yang kondisinya sebagian besar miring dan retak. Walikota Jaksel menilai tanah tersebut kondisinya labil dan rawan longsor.
“Melihat kondisi ini tujuh warga yang bertempat tinggal di pinggir Kali Ciliwung dan bangunannya sudah miring serta retak-retak hendaknya mewaspadai musim hujan sekarang,” kata Walikota Jaksel Anas Efendi didampingi Asisten Pembangunan setempat Ny. Triwahyuning Diah, Askesmas setempat Djayadi, Kasudin PU Jalan setempat, Yayat H dan Kasudin Sosial A. Rachman, Selasa (10/1).
Untuk memperbaiki kondisi rumah atau bangunan serta jalan setapak di RT 07 dan 09/011, tambah Anas Efendi saat meninjau langsung lokasi yang dikhawatirkan warga bakal longsor, memang menjadi tanggung jawab Dinas PU DKI Jakarta termasuk pihak Wilayah Bantaran Ciliwung dan Cisadane (WBCC) untuk membuat turap terlebih dulu.
Tanpa adanya pembuatan turap atau pondasi di pinggir Kali Ciliwung percuma karena tanah pinggir kali kondisinya labil serta tak ada sama sekali penyangga lahan serta dikhawatirkan bakal longsor sewaktu-waktu terlebih musim hujan sekarang.
Hambatan yang paling besar adalah tak bisa lewatnya kendaraan berat karena jalan sempit dan kecuraman pinggir kali mencapai 20 meter. “Yang jelas kondisi rumah tak layak huni dan harus dievakuasi atau dihimbau seluruh pemilik atau penghuni rumah untuk mewaspadai longsor dadakan,” katanya.
Yang jelas kondisi pinggir kali ini sangat parah dan perlu diwaspadai seluruh warga yang bertempat tinggal di lingkungan RT 07 dan 09/011. Keretakan tanah dan bangunan rumah terlalu parah serta tak bisa diperbaiki secara langsung karena memerlukan alat serta perlengkapan yang memadai, tambah Ny. Tri Wahyuning Diah.
Sebelumnya Pos Kota (7/1) sejumlah warga di RW 011 Kel. Kebon Baru, Tebet keluhkan retaknya sejumlah tanah dan jalan lingkungan di sekitar lokasi yang rawan longsor ke Kali Ciliwung.
Lurah Kebon Baru Bambang didampingi Ketua RW 011 Bastiar, mengakui bahwa ada sekitar 7 rumah yang kondisinya memprihatinkan karena lahan disekitar lingkungannya retak.
Dari tujuh rumah warga ada dua rumah yang kondisi bangunan miring ke Kali Ciliwung yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter dari badan kali sehingga sangat mengkhawatirkan. “Bahkan, setiap malam sekarang jika hujan warga sekitar lingkungan setempat terpaksa dijaga sejumlah petugas Hansip di lingkungan RW setempat untuk membantu mengevakuasi warga sekitar,” ujarnya. (anton/b)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 