ABG Dibunuh, Sopir Angkot Diburu
Senin, 9 Januari 2012 - 21:52 WIB
DEPOK (Pos Kota) – Kasus pembunungan Anak Baru Gede (ABG) di Depok menemui titik terang, Senin (9/1). Gadis jebolan kelas 2 SMP itu dihabisi usai kongkow di Cibinong, Kab. Bogor. Kini, polisi mencari-cari seorang timer angkutan umum yang mengantarnya pulang.
Jasad yang ditemukan mengenaskan di kebun pisang di Pancoran Mas, Depok, itu adalah Dwi Julianti alias Debi, 16. Perempuan semata wayang dari tiga anak Sarwani, 42, dan Zaimunah, 40, itu sehari-hari tinggal bersama neneknya di Kp. Kelapa, Rawapanjang, Bojong Gede. Ia juga bekerja di sebuah kafe di Citayem.
Sebelumnya diberitakan (Pos Kota, 9/1), jasad Debi ditemukan Niman alias Ucok pada Minggu (8/1) sekitar Pk. 14:00 di kebun pisang Jl. Mangga, Pancoran Mas, Depok. Jenazah yang hanya mengenakan kaos lengan panjang bergaris hitam putih itu posisinya terlentang dengan kedua kaki merenggang. Bra, celana dalam, sepasang sandal merah bergambar kupu-kupu serta sandal putih bertulisan Hotel Puri Residence ditemukan tak jauh dari jasad yang wajahnya penuh luka itu.
Ayah korban, keluarga dan sejumlah teman korban dimintai keterangan polisi. Data yang dihimpun dari Polda Metro Jaya menyebutkan pada Sabtu (7/1) malam hingga dinihari, Dwi bersama teman pria dan wanitanya kongkow di Jalan Baru tak jauh dari Pemda Cibinong, Kab. Bogor. Sambil ngobrol, anak-anak muda itu juga menenggak minuman keras.
Sekitar Pk. 04:30, Dwi ingin pulang. Seorang timer angkutan umum yang biasa ngetem di Citayem, Bb, 28, berinisiatif mengantar. Menggunakan motor matic milik Py, teman mereka, keduanya meninggalkan tempat itu. Pasangan itu mampir ke tempat timer Citayem lalu kembali pergi.
Pagi hari, Py kaget bertemu Bb karena di wajah pria berkulit gelap dengan rambut cepak itu terdapat luka bekas cakaran. Ia juga menanyakan Dwi. Semula, Bb mengaku luka didapat karena jatuh tetapi belakangan ia mengaku luka itu akibat cakaran Dwi yang melawan saat diajaknya berhubungan badan. Bb juga mengaku telah menghabisi Dwi.
PERANGAI BERUBAH
Ditemui usai dimintai keterangan di Polresta Depok, Sarwani menyebutkan perangai anak keduanya itu berubah sejak ia bercerai dengan ibu korban dua tahun lalu. “Anak saya jadi senang main dan susah diingatkan,” ungkap tukang parkir di Tebet, Jaksel, yang tak megetahui anaknya sudah bekerja di sebuah kafe ini. Bahkan, Dwi pun jarang sekolah hingga terpaksa keluar saat duduk di kelas 2 SMP.
Ia mengaku tinggal di Jakarta bersama anak bungsunya sedang anak sulung telah berkeluarga. Meski begitu, setiap Minggu ia selalu menjenguk Dwi. Hanya saja, Minggu (8/1) pagi, ada hal tak biasa. “Anak saya itu nggak ada di rumah, padahal biasanya saya selalu bertemu,” katanya.
Ditunggu-tunggu tak datang, Sarwani mulai gelisah. Ia kaget mendengar kabar ditemukannya gadis korban pembunuhan. Setelah melihat jenazah, ia meyakini mayat itu sebagai Dwi. “Saya hafal benar ada bekas luka di atas mata kaki kiri anak saya,” katanya. Hadis, sepupu korban, bergerak cepat. Ia langsung mencari teman-teman Dwi hingga diketahui adik sepupunya itu pada dinihari diantar Bb. (angga/b)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 