Rawan Banjir, Pejabat DKI Dilarang Tinggalkan Ibukota

Minggu, 8 Januari 2012 - 5:57 WIB

| More
Rawan Banjir, Pejabat DKI Dilarang Tinggalkan Ibukota

JAKARTA (Pos Kota) – Bencana banjir yang ditakuti jutaan warga  Jakarta terjadi juga. Sabtu (7/1) pagi, ribuan permukiman di sejumlah wilayah kota terendam air. Mengantisipasi bencana yang lebih besar sehingga mengganggu kehidupan warga, Gubernur Fauzi Bowo mengeluarkan instruksi, melarang pejabat di Pemprov DKI Jakarta meninggalkan ibukota selama dua bulan.

Pejabat yang dilarang ke luar kota selama Januari hingga Februari, mulai walikota, kepala dinas, camat, kepala suku dinas, dan lurah. Izin cuti akan diberikan setelah Februari 2012 alias bila ancaman bencana banjir sudah tidak ada lagi.

“Tenaga pejabat dan pimpinan unit dibutuhkan untuk mengantisipasi berbagai bencana. Jangan tinggalkan Jakarta dulu sebelum kondisinya benar-benar sudah normal,” tegas Fauzi, Sabtu (7/1).

Fauzi Bowo yang akrab disapa  Bang Foke ini mengaku sudah memerintahkan Sekda DKI Jakarta, H. Fadjar Panjaitan, agar tidak memberikan ijin cuti dalam Januari – Februari. “Kita harus melayani warga, apalagi sejak awal tahun 2012 Jakarta sudah dilanda hujan. Kehadiran mereka sangat diperlukan di tiap wilayah,” tegasnya.

Seluruh petugas juga diminta Bang Foke untuk mewaspadai  bencana yang datang dan terus melakukan pemantauan. “Petugas harus keliling wilayah. Jangan hanya duduk di balik meja kantor atau di posko,” tandasnya.

Mengantisipasi mulai datangnya banjir, warga diminta Foke mewaspadai cuaca saat ini. Bila tidak ada kepentingan disarankan untuk diam di rumah. “Dalam cuaca seperti ini lebih aman di rumah,” sambungnya.

KENDALI BANJIR

Belakangan ini hujan besar disertai angin kencang dan petir sering melanda ibukota dan sekitarnya. Akibat cuaca yang kurang bersahabat itu, ratusan pohon tumbang hingga menewaskan sejumlah warga.

Foke mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan aparat Dinas DPU untuk mengaktifkan seluruh alat kendali banjir seperti pintu air, pompa air baik bergerak (mobile) atau pompa air statis.

“Pompa mobile tersebut harus segera disebar ke titik-titik yang dianggap rawan  genangan. Jangan  biarkan genangan, terutama di jalan karena akan menggganggu arus lalulintas,” sambungnya.

Sementara itu, Paimin Napitupulu, Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, mengatakan, sudah menerjunkan 1.600 petugasnya di lima wilayah untuk mengantisipasi pohon tumbang.

Ferial Sofyan, Ketua DPRD DKI Jakarta, mendukung perintah Foke  tersebut. “Dalam situasi cuaca tak menentu seperti ini pejabat memang seharusnya tidak cuti,” katanya.

Ia meminta agar, seluruh petugas yang ada di posko tidak meningalkan kantornya. “Jangan sampai, ketika ada informasi dari masyarakat tapi petugas tidak ada. Ini akan memperburuk citra pelayanan pemprov,” tuturnya.

RAWAN BANJIR

Kini tiga kelurahan di  Jakarta Selatan sudah terendam banjir. Selain itu, ribuan warga di lima wilayah ibukota terutama yang bertempat tinggal di daerah rawan sudah ketar-ketir akan datangnya banjir bandang. Pos Kota yang mendatangi lokasi rawan banjir, menyaksikan warga mengungsikan harta bendanya agar tidak rusak diremdam banjir. (john/st/r)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id