Lotte Cinema Gagal Bangun 100 Bioskop di Indonesia
Minggu, 8 Januari 2012 - 17:44 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Perusahaan film asal Korea Selatan, Lotte Cinema gagal berinvestasi membangun 100 bioskop di Indonesia karena terganjal aturan. Pemerintah Indonesia hingga kini masih memproteksi industri film dalam negeri dengan menutup peluang bagi investor asing untuk membangun gedung teater atau bioskop.
Direktur Perfilman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Syamsul Lussa, mengatakan peluang usaha di bidang perfilman diatur dalam UU Nomor 33 Tahun 2009 Pasal 8 ayat 3. Jika diperhatikan dengan Perpres Nomor 36 tahun 2010 disebutkan dengan jelas usaha penayangan bioskop atau gedung teater film harus ada penyertaan modal dalam negeri sebesar 100 persen.
“Artinya usaha perbioskopan masih tertutup bagi investor asing,” ujar Syamsul di Jakarta, Minggu.
Syamsul mengatakan, sudah ada 49 persen bisnis perfilman yang terbuka untuk asing seperti, studio pengambilan gambar film, sarana pengisian suara film, dan sarana percetakan film. Namun, rencana Lotte untuk membangun bioskop masih dalam tahap wacana.
“Sudah banyak juga investor dalam negeri mulai tertarik untuk membangun bioskop-bioskop di kabupaten,” ujarnya.
Lotte Group telah melakukan pertemuan dengan pemerintah sejak tahun lalu. Lotte tertarik dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar, peningkatan kelas menengah, dan kurangnya layar bioskop di Indonesia. Dari 525 kota dan kabupaten yang ada, baru 55 daerah yang memiliki bioskop.
Saat ini jumlah bioskop sebanyak 172 di Indonesia, dengan 676 layar. Jumlah penonton tahun 2011 mencapai 50 juta orang.
(aby/sir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 