Bocah Dibawa Wanita Stres Ditemukan Polisi
Minggu, 8 Januari 2012 - 20:06 WIB
TANGERANG (Pos Kota) –Dilaporkan diculik oleh seorang wanita, Afgan bin Nuri, bocah laki-laki berusia 2 tahun akhirnya kembali berkumpul bersama orangtuanya. Polisi berhasil menemukan anak kedua pasangan Rudi,30, dan Ny Desi,27, tersebut di rumah orangtua pelaku di daerah Kampung Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Wanita yang dilaporkan membawa kabur Afgan diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Ditemui di rumahnya di Kampung Kadu, RT 01B RW 01, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Rudi, orangtua Afgan mengatakan, peristiwa menghilangnya Afgan tersebut terjadi pada tanggal 31 Desember lalu. Pada saat menghilang, Afgan terakhir kali tengah bermain dirumahnya bersama Dewi, yang saat itu dipekerjakan sebagai pengasuh. Karena tak kunjung kembali, Rudi akhirnya melaporkan penculikan tersebut ke Polsek Curug, Kabupaten Tangerang pada tanggal 3 Januari. “Hilangnya tanggal 31 Desember, saya buat laporannya tanggal 3 Januari,” ungkapnya.
Rudi menjelaskan jika Dewi merupakan seorang wanita yang terganggu jiwanya. Pasalnya, Dewi ditemukan oleh mertuanya di pinggir jalan tak jauh dari rumah Rudi. Karena merasa kasihan, Dewi pun diajak untuk tinggal bersama dirumah. Meski mengalami gangguan kejiwaan, Dewi bisa berkomunikasi dengan keluarga Rudi. “Awalnya Dewi itu ditemukan oleh mertua saya di pinggir jalan. Karena kasihan, mertua saya akhirnya mengajak untuk tinggal sambil mencari-cari dimana rumah orangtua Dewi. Kalau ngomong, Dewi terkadang nyambung, kadang tidak,” kata Rudi.
Selama 5 hari ditinggal di rumah, Dewi pun sudah akrab dengan Afgan dan Iyong, kakak Afgan yang berusia 5 tahun. Karena dianggap sudah menjadi bagian keluarga, Rudi dan istrinya pun meninggalkan kedua anaknya dirumah bersama Dewi. Namun pada tanggal 31 Desember, Ny Desi terkejut, karena anak bungsunya itu tak kunjung pulang bersama Dewi. Mendengar hal tersebut, Rudi yang membuka warung kopi akhirnya mencari-cari Afgan. “Saya kaget, ketika istri saya mengatakan kalau Afgan tidak ada dirumah, Saya khawatir diculik karena Dewi baru saja dikenal oleh keluarga saya,” kata Rudi.
Rudi bersama keluarga terus mencari keberadaan Dewi. Pada saat tinggal di rumahnya, Dewi mengatakan jika dirinya kabur dari rumah karena kerap di pukuli oleh ibu tirinya. Saat itu Dewi mengatakan jika dirinya tinggal di daerah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Dengan petunjuk tersebut, sambil membawa foto anaknya, Rudi kemudian mencari ke seluruh desa di daerah Tigaraksa. “Saya ingat, jika Dewi pernah ngomong tinggal di Tigaraksa, Sambil bawa foto Afgan, saya cari-cari ke semua desa di Tigaraksa,” katanya.
Selama sepekan menghilang, Afgan berhasil ditemukan oleh Rudi di rumah orang tuanya Dewi di daerah Kampung Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Saat itu Rudi mendapat informasi dari Yanto, temannya. Yanto mengatakan jika ada warga membawa seorang bocah laki-laki. Mendapat informasi tersebut, Rudi akhirnya menuju Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Dan benar saja, bocah laki-laki tersebut ternyata Afgan, yang dibawa kabur oleh Dewi. Rudi akhirnya membawa Afgan dan Dewi ke Polsek Curug untuk dimintai keterangan. “Saya dapat informasi dari teman saya, Kalau di daerah Cisoka ada warganya bawa bocah laki-laki. Saya pun langsung mencari kesana, dan ternyata benar, Afgan berada disana dirumah orang tua Dewi,” katanya.
Di Polsek Curug, Sarbet, orangtua Dewi, mengatakan jika anaknya tersebut memang mengalami gangguan kejiwaan. Dewi memang sudah sering meninggalkan rumah dan tak berapa hari lagi pulang kerumah. Namun baru kali ini, ketika kembali ke rumah, Dewi membawa seorang anak laki-laki. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, Sarbet pun menanyakan ke Dewi alamat rumah si bocah laki-laki tersebut. Namun, Dewi menjawab jika rumahnya tersebut berada di daerah Balaraja. “Ternyata orangtua Dewi juga ketakutan. Orangtua Dewi pun mencari-cari alamat rumah saya. Cuma alamat yang disampaikan Dewi salah,” ungkap Rudi.
Karena terjadi kesalah pahaman, Rudi akhirnya mencabut laporan di Polsek Curug, Kabupaten Tangerang. Pasalnya, Selama sepekan, orangtua Dewi merawat Afgan dengan baik. Karena Dewi mengalami gangguan kejiwaan, semuanya jadi direpotkan. “Awalnya saya sudah panik saja. Saya khwatir dengan anak saya yang dibawa oleh Dewi. Karena Dewi orangnya seperti itu, saya akhirnya memaafkan dan mencabut laporan polisi,” ungkapnya sambil menggendong Afgan.
(C3/M2/sir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 