Marzuki Alie Saran Akhiri Demo
Rabu, 4 Januari 2012 - 6:37 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Sudah lebih dari 20 hari para petani berkemah untuk berunjukrasa di gerbang Gedung DPR. Kondisi gerbang DPR pun, kini jadi jorok, sebab puluhan petani menjemur pakaian, masak, dan membuat tenda-tenda di situ. Namun, pimpinan DPR sudah menerima mereka, dan menyarankan mengakhiri demo.
“Saya sarankan, sudahi saja unjukrasa itu. Soal kasus tanah itu, biar kami yang menangani,” kata Marzuki Alie. Seperti diberitakan, puluhan petani pengunjuk rasa itu berasal dari Pulau Padang, Kabupaten Meranti, Riau.
Mereka menuntut dicabutnya izin usaha PT RAPP yang akan membabat hutan pulau kecil itu untuk diganti dengan pohon tanaman industri bahan pulp (bubur kertas). Warga di sana nekat ke Jakarta, karena lahan mereka terusik dan Pulau Padang terancam rusak lingkungannya. Untuk penyelesaian kasus itu, Marzuki Alie sendiri mengirimi surat Menteri Kehutanan, Bupati Kepulauan Meranti.
Untuk selanjutnya, terkait demo tersebut, ia akan menyelesaikan secara baik-baik dan memberi pengertian. “Mereka kan rakyat, DPR kan mewakili mereka-mereka,” katanya.
Ketua Serikat Tani Nasional Binbin Firman selaku koordinator unjukrasa itu menyatakan, pihaknya berunjuk rasa di depan DPR karena gedung itu merupakan rumah rakyat. Mereka sebenarnya akan berkemah di depan Kementerian Kehutanan, tetapi langsung diusir petugas keamanan kementerian itu. “Begitu kami datang dan akan memasang tenda, kami langsung diusir,” kata Binbin.
Mereka akan bertahan berkemah di depan DPR samapai tuntutan pencabutan izin usama PT RAPP dicabut. “Menteri Kehutanan pernah bilang mengirimi surat bupati Kepulauan Riau, tetapi setelah kami konfirmasi ke pihak Bupati, tidak pernah ada surat. Menteri Zulkifli Hasan telah berbohong,” katanya.
(winoto/sir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 