Dinas Pariwisata Indonesia Bidik Warga Tiongkok
Selasa, 3 Januari 2012 - 17:54 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Pariwisata Indonesia membidik pasar Tiongkok tahun 2012 ini guna mengejar target yang dipasang. China dinilai potensial karena pertumbuhan ekonominya mencapai dua digit.
“Kami bidik negara dengan pertumbuhan ekonomi dua digit. China sangat potensial untuk pasar pariwisata kita, pertumbuhannya di bawah 20 persen,” papar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu di Jakarta usai acara “Apresiasi Wonderful Indonesia” hari ini.
Menurut Mari, pada 2012 pariwisata Indonesia diarahkan pada konsep “Green & Creative Tourism.” Rencana pariwisata 2012 yang akan lebih mengedepankan wisata hijau alias ramah lingkungan ini membidik daya tarik minat khusus.
“Seperti survei Visa baru-baru ini, yang diminati saat wisata adalah aktivitas outdoor, wisata kuliner, olahraga air, dan juga spa,” tuturnya.
Wisata minat khusus lebih spesifik mensasar wisata. “Kuliner akan mendapat tempat khusus di pariwisata, baik dalam ekonomi kreatif maupun wisata minat khusus,” jelasnya.
Sehubungan dengan tema “Green & Creative”, Kemenparekraf pada 2012 juga akan melakukan Gerakan Pantai Bersih. Ini adalah suatu gerakan yang bekerja sama dengan Pemda, stakeholder, dan masyarakat daerah untuk membersihkan dan menjaga keindahan pantai-pantai di Indonesia.
Survei yang sempat disinggung Mari adalah survei bertajuk “Global Tourism Intentions Survey” yang dilakukan terhadap 11.620 responden dari 23 negara di dunia. Survei juga mengungkapkan bahwa stabilitas politik, penawaran wisata yang menarik, dan keindahan alam merupakan faktor utama wisatawan mancanegara datang ke Indonesia.
PASAR WISATA
Menurut Mari, selain China ada sejumlah negara lain yang diincar di antaranya Rusia, Korea Selatan, Australia, dan India. Ia menambahkan, China potensial menjadi pasar wisata Indonesia karena pertumbuhan ekonominya sedang meningkat, terutama pertumbuhan kelas-menengah mereka. Guna menarik wisatawan China untuk berkunjung, sejumlah program akan dilakukan.
“Seperti mengadakan pelatihan bahasa Mandarin, hotel-hotel yang dapat melayani mereka dengan bahasa Mandarin, dan promosi khusus yang dilakukan melalui komunitas yang ada di Indonesia,” tambahnya.
Mari menambahkan, program dimaksudkan mencapai angka delapan juta wisatawan asing maupun domestik sebagai target 2012. Sedangkan tahun lalu, jumlah wisatawan mencapai 7,6 juta orang. Mari yakin, sektor pariwisata tetap stabil meski ada krisis ekonomi global. Sebab pariwisata tidak terlalu rentan dengan krisis.
Namun diakuinya, sektor pariwisata belum optimal karena masih terkendala masalah infrastruktur. Bahkan daya saing pariwisata Indonesia masih berada di urutan ke-74 dari 133 negara. Indonesia masih dinilai kurang baik untuk sustainable tourism atau dinilai kurang dalam menjaga lingkungan tempat pariwisata.
Dalam kaitan ini, pemerintah meluncurkan Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI). Program ini mengupayakan peningkatan pembangunan dan pembenahan untuk jalan, bandar udara, maupun pelabuhan.
“Ini masalah bagaimana kita koordinasikan agar implementasinya berjalan dari daerah dan pusat, juga melibatkan investasi swasta,” katanya.
Selain itu, dalam program MP3EI, khususnya koridor V (Bali dan Nusa Tenggara), telah dikembangkan untuk menjadi gerbang pariwisata. Program dikerjakan dalam 3-5 tahun ke depan.
“Ini bisa dikembangkan karena masih kecil dari potensi yang dimiliki karena kita sebenarnya negeri kepulauan. Perlu dibangun akses jalan, air, dan listrik,” tutupnya. (aby/dms)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id






Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 