Tanggul Citarum-Muara Gembong Dinormalisasi
Kamis, 29 Desember 2011 - 14:48 WIB
KARAWANG (Pos Kota) – Guna mengendalikan bencana banjir yang sering terjadi akibat meluapnya Sungai Citarum, Pemkab Kabupaten Karawang memulai upaya untuk melakukan normalisasi dan rehabilitasi Sungai Citarum.
Langkah awal dimulai dengan menyelenggarakan sosialisasi, kegiatan konstruksi dan rehabilitasi sarana prasarana Sungai Citarum Hilir di Kabupaten Karawang, dibuka Bupati Karawang, H. Ade Swara, Kamis (29/12/2011).
Bupati H. Ade Swara mengatakan, pemerintah Karawang dan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum pada Tahun 2011 ini akan melaksanakan kegiatan Konstruksi Rehabilitasi Prasarana Pengendali Banjir Sungai Citarum Hilir Walahar (Kab. Karawang) – Muara Gembong (Kab. Bekasi).
Kegiatan konstruksi ini mencakup dua kabupaten yakni Karawang dan Bekasi yang nota bene merupakan daerah rawan bencana banjir khususnya yang diakibatkan oleh meluapnya Sungai Citarum,” ujarnya.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, agar pelaksanaan proyek rehabilitasi prasarana pengendali banjir ini dapat berjalan lancar pada saatnya nanti,diperlukan adanya kegiatan sosialiasi terlebih dahulu yang dimaksudkan sebagai upaya untuk lebih menginformasikan berbagai program tersebut.
“Sehingga kemungkinan terjadinya ekses atau konflik kepentingan terutama dengan masyarakat di wilayah sekitar pelaksanan royek dimaksud dapat diantisipasi dan dihindari sedini mungkin,” jelasnya.
Untuk itu, lanjut Bupati, melalui kegiatan ini Pemerintah daerah mengajak semua pihak untuk turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini, yang diantaranya dengan lebih meningkatkan upaya-upaya rehabilitasi lahan dan penyelamatan lingkungan, menumbuhkan prakarsa dan kreatifitas serta meningkatkan peran serta masyarakat.
Karena, kata bupati, pengelolaan dan pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja melainkan menjadi tanggung jawab bersama, serta mengubah pandangan, sikap dan perilaku kita terhadap hutan selama ini yang beranggapan, bahwa manfaat hutan adalah hanya dari hasil kayunya saja, tetapi lebih dari itu fungsi hutan sebagai penyerap dan penyimpan cadangan air. “Dengan demikian kita dapat lebih memfungsikan hutan sebagai penyimpan air,” pesannya.
TERPANJANG
Sungai Citarum, merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Barat dengan total areal mencapai 12 ribu km2. Sungai Citarum saat ini dimanfaatkan oleh sedikitnya 25 juta penduduk di Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Dengan jumlah populasi di sepanjang sungai mencapai 10 juta penduduk. Selain itu, Sungai Citarum sendiri memiliki peranan yang sangat penting, karena dipergunakan untuk mengairi 300.000 Ha areal irigasi, mensuplai air untuk 80 persen penduduk Jakarta, serta menghasilkan tenaga listrik hingga mencapai 1.400 Mega Watt.
Melalui program rehabilitasi konstruksi sarana prasarana pengendali banjir ini, akan dilakukan sejumlah langkah, diantaranya adalah dengan melakukan peninggian tanggul dengan system Concrete Structure – Kisi-Kisi Beton, Perkuatan Tanggul dengan system Sheet Pile, bronjong, dan pasangan batu serta normalisasi sungai.
Kegiatan ini akan dilakukan di sepanjang Sungai Citarum mulai dari Walahar, Kab. Karawang hingga Muara Gembong Kab. Bekasi, yang dibagi menjadi beberapa paket pekerjaan.
(nourkinan/sir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 