Tiap Jam Kanker Serviks Bunuh 1 Wanita

Sabtu, 24 Desember 2011 - 11:48 WIB

| More
Tiap Jam Kanker Serviks Bunuh 1 Wanita

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 1,4 juta perempuan warga DKI Jakarta ditargetkan bebas kanker serviks pada 2017.

“Kanker serviks tergolong penyebab kematian perempuan terbesar. Di Indonesia setiap 1 jam, seorang ibu meninggal dunia akibat penyakit itu,” jelas Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dr. Dien Emawati M. Kes, saat meluncurkan program Bulan Cegah Kanker Serviks (BCKS) dengan menyediakan deteksi dini  melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Jakarta, Sabtu.

Kegiatan tersebut  memperingati Hari Ibu dan  bentuk kepedulian DKI Jakarta kepada perempuan. Turut hadir Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof. Dr. Nila Moeloek, Sekretaris Dinas Kesehatan
Propinsi DKI Jakarta Dr. Ariani Murti, Ketua Panitia Bulan
Cegah Kanker Serviks (BCKS) Dr. Laila Nuranna, dan pendiri Inisiatif Pencegahan Kanker Serviks Indonesia (IPKASI), Inke Maris, MA.

Menurut Dr Dien, ironisnya masyarakat belum sepenuhnya sadar terhadap intaian si pembunuh tersebut. Bahkan lebih dari 70 persen penderitanya datang sudah dalam kondisi stadium lanjut, sehingga mengakibatkan kematian. “Kita harus bersama-sama memeranginya,” ucapnya.

Dien mengatakan,  program BCKS memberikan pendeteksian gratis kepada warga yang dilaksanakan di 34 titik layanan di lima wilayah DKI, 25 di antaranya Puskesmas. Program ini diharapkan menjangkau  6000 perempuan di DKI Jakarta.

Dia menjelaskan, program BCKS menunjukkan sinergi dari berbagai organisasi dan pemerintah. Yakni: Female Cancer Program – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FCP-FKUI/RSCM), IPKASI, Pemprov Provinsi DKI, PKK DKI Jakarta, YKI Pusat dan YKI DKI, Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia – DKI Jakarta (POGI Jakarta), Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), serta Kementerian Kesehatan Direktorat Penyakit Tidak Menular.

Disebutkan, pemeriksaan IVA gratis diberikan di 34 titik layanan yang tersebar di Jakarta terdiri dari 25 Puskesmas, tiga kantor YKI (YKI Pusat-Menteng, YKI DKI Sunter, dan YKI Lebak Bulus) serta 6 jaringan RS Budi Kemuliaan, pada periode  20 Desember 2011 sampai 15 Januari 2012, dengan waktu layanan mulai dari Pkl. 08.00 – 12.00.

Untuk menjaring peserta IVA, informasi juga disampaikan melalui radio talkshow, dan pengerahan para kader dan anggota PKK.

Dikatakan, Pemprov DKI dan IPKASI ingin memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat luas,  demi mewujudkan cita-cita pencapaian target 1,4 juta perempuan warga DKI bebas kanker serviks di tahun 2017.

Dr. Laila Nuranna, SpOG(K), Ketua Panita BCKS dan  Koordinator FcP/FKUI, menambahkan, sebagai tindak lanjut dari pencanangan Gerakan Perempuan Melawan Kanker Serviks oleh Ibu Negara pada  6 Oktober 2011 lalu di Jakarta, FCP-FKUI berinisiatif melakukan tindakan nyata bersama-sama dengan berbagai pihak lainnya mengadakan program BCKS.

Prof. Dr. dr. M. Farid Aziz Sp.OG(K), Ketua IPKASI, yang juga  spesialis kebidanan dan kandungan dari FKUI-RSCM, menekankan, BCKS bagian dari perjuangan untuk menyadarkan perempuan Indonesia bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan.

“Pemeriksaan dini harus menjadi inisiatif perempuan sendiri dalam melindungi dirinya dari terkena kanker serviks yang mematikan,” kata dia.

Lanjutnya, semua perempuan berisiko terkena kanker serviks yang menimbulkan beban sangat besar bagi kaum perempuan Indonesia. Padahal kanker ini sangat dapat dicegah.

Pencegahan primer kanker serviks dilakukan dengan edukasi, sosialisasi dan vaksinasi. Pencegahan sekunder dengan deteksi dini kanker serviks untuk mengetahui dan menangani kondisi pra kanker. (aby/dms)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id