Majalah Belanda Menulisnya sebagai “Perempuan Jalang Negro”, Rihana Marah

Sabtu, 24 Desember 2011 - 10:52 WIB

| More
Majalah Belanda Menulisnya sebagai “Perempuan Jalang Negro”, Rihana Marah

AMSTERDAM (Pos Kota) – Majalah Belanda Jackie membuat penyanyi kondang Rihanna berang, ketika ia dijuluki nigga bitch atau perempuan jalang negro. Hal itu menimbulkan debat keras di seluruh dunia. Namun bagaimana sampai majalah Belanda menerbitkan julukan tersebut?

Jurnalis musik hiphop Alex van der Hulst paham kalau ada ribut-ribut soal julukan itu. “Itu tentu saja perbuatan bodoh, sangat bodoh, mempublikasikan hal tersebut. Eva Hoeke, (mantan pemred majalah Jackie) kini terjebak dalam masalah. Media massa Amerika menjulukinya pemred rasis,” katanya kepada RNW.

MASALAH PEKA

Menanggapi reaksi keras, di antaraya yang dimuat di Radio Nederland Van der Hulst menjelaskan: “Di Amerika hal seperti itu dianggap penghinaan. Hal ini sebetulnya berhubungan dengan bahasa. Dalam bahasa Belanda itu tidak ada masalah. Sementara untuk orang Amerika, perkataan itu sangat menyinggung.”

Jurnalis itu membandingkan dengan persaingan bahasa masa kejayaan band hiphop Belanda Osdorp Posse tahun 1990-an yang ngetop dengan rap-nya.

“Ketika itu ada reaksi keras di seluruh Belanda. Bahasa macam apa itu? Dalam bahasa Inggris itu tidak masalah, namun jika diterjemahkan ke bahasa Belanda maka ucapan itu kasar. Hal itu sama saja dengan kasus Rihanna. Bahasa Belanda tak sama dengan bahasa Inggris.”

KESALAHAN SENDIRI?

Menurut beberapa kalangan, julukannya itu timbul karena kesalahan Rihana sendiri. Dalam teks musik dan tweets-nya Rihanna, berulang kali timbul kata-kata negro dan jalang. Salah satu reaksi dari situs Radio Nederland menyebutkan:

“Mengapa orang berkulit hitam selalu memanggil sesama mereka dengan nigga? Saya mendengar itu di lingkungan kantor saya. Tapi kalau orang kulit putih yang menyebut nigga, maka akan timbul reaksi hebat. Jika anda tidak mau dipanggil nigga maka jangan menyebut diri anda sendiri nigga.” (anonymous, 22 Desember).

Sementara lainnya mengatakan kata itu hanya boleh digunakan oleh sesama orang kulit hitam.

“…Kata nigga hanya boleh dilontarkan di antara sesama komunitas hitam, tidak untuk orang lain. ..kami memiliki hak untuk menggunakannya karena kami berhubungan, dan sama-sama telah melalui cobaan dan kesengsaraan.”

Pendapat itu dibenarkan oleh jurnalis musik pop, Van der Hulst. Katanya, “Anda harus hati-hati. Kalimat itu digunakan hanya oleh kelompok tertentu. Jika orang kulit putih yang melontarkannya, mereka tak mengerti konten dan detilnya. Jika orang kulit putih meniru kata-kata hip hop maka akan langsung dihubungkan dengan perbudakan dan rasisme.”

Sebetulnya sama sengan dengan bahasa yang digunakan oleh kaum homoseksual. Jika seorang hetero menggunakan kata itu maka itu dianggap menghina. Kata-kata akan memiliki makna lain jika kelompok lain yang menggunakannya.

ANGGAP ENTENG

Namun ada yang lebih parah lagi yaitu bagaimana orang Belanda menyikapi keberatan orang kulit hitam soal kepekaan ini. Orang Belanda menganggap enteng. Sebuah reaksi anonim dari situs Radio Nederland.

“Dialog yang serius dibutuhkan soal ras dan rasisme di Belanda. Saya merasa hanya ada sedikit kepekaan ketika mereka melontarkan ucapan “orang kulit hitam”, “umat Islam”, seolah-olah mereka berada di luar kelompok. Tidak ada salahnya untuk berdialog sebagai upaya menyambut pemikiran progresif.”

TIDAK BEBAS

Singkat kata, ada dampak dari kasus ini. Para rappers harus lebih baik mendengar dirinya sendiri dan Belanda tidak peka. Namun Rihanna yang tersinggung pun tak luput dari perhatian penggemarnya, terbukti dengan beberapa reaksi di situs Radio Nederland.

“Sangat menggelikan melihat Rihanna tersinggung, jika dilihat kenyataannya Rihanna berpakaian terbuka. Apakah memang ia bertingkah seperti nigga? Saya tidak tahu, apakah ia wanita jalang? Mungkin. Namun semua orang hitam tidak tersinggung, namun Rihanna ya. Anda harus menghormati diri anda sendiri dahulu jika anda ingin dihormati orang lain. Saya suka Rihanna, namun saya akan lebih suka jika Rihanna lebih menghormati dirinya sendiri. Tetaplah jadi orang hitam.”

Sementara lainnya hanya mengeluh: Rihanna, dewasalah… (RNW/dms)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id