Menko Kesra Lepas EKN Bawa Bantuan ke Pulau Terpencil
Kamis, 15 Desember 2011 - 16:35 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Menko Kesra Agung Laksono melepas Ekspedisi Kesra Nusantara (EKN) tahap II di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara, Kamis (15/12/2011).
Dalam upacara pelepasan ini Menko Kesra antara lain didampingi Menteri Sosial Salim Segaf al Jufri, Mendikbud M Nuh, dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf Koarmabar Laksamana Pertama TNI Herry Setianegara, S.Sos, SH, MM., dan Komandan Lantamal III Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman.
Agung mengemukakan tiga pokok kegiatan EKN, yaitu bantuan sosial berupa pemberian alat-alat pendidikan, buku-buku pelajaran, buku agama, kitab suci, alat kesehatan termasuk alat kontrasepsi untuk keluarga berencana serta peta ataupun atlas.
EKN juga menggelar kegiatan pasar murah, yaitu menjual bahan pokok berupa beras dan gula pasir kepada masyarakat dengan harga sangat murah. Kemudian penyuluhan ataupun sosialisasi dan hiburan.
EKN telah dilakukan dua tahap, tahap pertama digelar pada Agustus lalu. Ini sengaja dilaksanakan menjelang Idul Fitri. Tahap II menjelang Natal dan Tahun Baru, yakni 15-25 Desember.
EKN I memberikan bantuan kepada masyarakat di sembilan pulau yakni Manggar, Karimata, Tambelan, Ranai, Laut, Tarempa, Kemaja, Lingga dan di Pangkal Pinang.
Adapun bahan pokok yang dijual berupa 30 ton beras dan 23 ton gula pasir, harganya ‘hanya’ Rp470 juta.
Pada EKN II meliputi tiga pulau-pulau terpencil (Pagai Utara, Pagai Selatan di Sumatera Barat, dan Enggano di Bengkulu). Untuk ketiga pulau ini bantuannya lebih banyak dan beragam karena berasal dari ‘dana sosial’ BUMN senilai Rp942 juta yang dibelikan 94 ton beras dan 19 ton gula pasir.
Kegiatan EKN ini dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat karena pada umumnya harga-harga bahan kebutuhan pokok pada hari raya tersebut lebih mahal katimbang hari-hari biasa.
PULAU TERLUAR
Agung menambahkan, Indonesia memiliki sekitar 17.500 pulau dan 92 di antaranya dikategorikan sebagai pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Papua Nugini, Vietnam, Filipina, Palau, Australia dan Timor Leste.
Pulau-pulau tersebut sangat strategis keberadaannya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mengingat keberadaannya yang sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara, diperlukan pemberdayaan bagi masyarakat setempat, meski belum bisa menjangkau semuanya.
Dari laporan EKN I dan EKN II, ternyata upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di pulau-pulau terpencil dan terluar mendapat sambutan positif dari berbagai kementerian, lembaga, BUMN, SIKIB, dunia usaha dan masyarakat.
“Berbagai program dan kegiatan yang ada di berbagai instansi dan berbagai pihak tersebut bila dikoordinasikan dan disinerjikan pelaksanaannya ternyata memberikan hasil lebih baik jika dibandingkan dilakukan hanya oleh masing-masing instansi atau institusi,” tambahnya.
Agung juga mengharapkan agar kegiatan ini hanya sebatas memberikan ‘ikan’ dan bukannya ‘kail’ atau ‘perahu’ yang dapat berkelanjutan.
(aby/sir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 