Dirjen Ajak Bank Penerima Setoran BPIH Ikut Atasi Barcer
Jumat, 9 Desember 2011 - 14:45 WIB
JEDDAH (Pos Kota) – Barang berlebih milik jamaah haji yang tidak diperbolehkan dibawa karena overweight untuk penerbangan atau dikenal barcer (barang tercecer) kerap menjadi masalah besar saat pemulangan.
Sejumlah solusi pun muncul, seperti solusi yang diajukan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Slamet Riyanto, yang akan mengajak perusahaan BUMN dan swasta untuk membuka kargo barang jamaah haji.
Usulan lainnya pun muncul, yaitu Bank penyimpan dana jamaah haji atau BPIH (Biaya Penyelanggaraan Ibadah Haji) diimbau untuk ikut andil dalam mengatasi kelebihan muatan ini. Yaitu dengan memberikan kargo gratis sebanyak 10-20 kilogram untuk jamaah haji. Sebagai imbal balik dari keuntungan yang didapat dari simpanan dana jamaah haji selama beberapa tahun.
Usulan tersebut diusulkan Perwakilan Mazroji, Ujang Ridwan Abdullah, saat berbincang dengan wartawan. “Bisa saja diusulkan hal tersebut. Karena selama ini barcer jamaah selalu menjadi masalah setiap tahun,” ujarnya.
Bahkan, Ujang mengaku telah mendengar informasi bahwa Bank Negara Indonesia (BNI) sudah mewacanakan untuk memberikan kargo gratis sebanyak 20 kilogram sejak dua tahun yang lalu. Tapi, tampaknya hal tersebut belum terealisasi hingga pelaksanaan haji tahun ini.
BPS-BPIH (Bank Penerima Setoran-Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) merupakan mitra Kementerian Agama, untuk menampung dana jamaah haji. Di antara bank yang menerima setoran BPIH adalah Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
Tahun ini dua ton lebih barang bawaan jamaah haji tidak dapat dibawa ke Tanah Air karena kelebihan muatan atau overweight. Jamaah pun merelakan barang-barang miliknya dari pakaian hingga oleh-oleh seperti mainan, sajadah, dan yang lainnya tidak dibawa. Pada tahun-tahun sebelumnya, PPIH memiliki kebijakan agar barcer ini dipulangkan ke Tanah Air.
Namun, setibanya di Jakarta hal ini menjadi masalah baru, karena barcer tidak hanya dipulangkan ke Jakarta, tapi juga dipulangkan ke debarkasi masing-masing, ada ke Aceh, Batam, Makassar, Ujungpandang, Banjarmasin, Surabaya, Solo, dan lain-lain. Banyak barcer yang akhirnya tidak diambil jamaah haji setibanya di debarkasi, karena banyak jamaah haji yang berasal dari pelosok pedesaan.
(mch/syamsir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 