Warga Kota Juga Diminta Ikut Menjaga Monas

Selasa, 29 November 2011 - 20:09 WIB

| More
Warga Kota Juga Diminta Ikut Menjaga Monas

JAKARTA (Pos Kota) – Bukan hanya sekedar tugu, namun Monumen Nasional (Monas) telah menjadi bagian perjalanan bangsa. Karenanya warga ibukota patut untuk menjaganya.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, dalam sambutannya pada acara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-50 Monas, di Silang Monas, Jakarta, Selasa (29/11).

Menurut orang nomor satu di ibukota ini, Monas telah menjelma menjadi kebanggan rakyat Indonesia pada umumnya dan warga ibukota pada khususnya. “Jadi mari kita jaga bersama,” kata Fauzi.

Monumen yang digagas Presiden Soekarno dan diresmikan pada 1975 ini didedikasikan untuk mengabadikan kebesaran bangsa ini.   Sayangnya, hal itu tidak sepenuhnya dimaknai para pengunjung Monas. Terutama disaat hari libur. Areal Monas mendadak tampak kumuh dengan tebaran sampah.

“Jadi jangan heran jika lapangan Monas menjadi lapangan sampah terbesar di pusat kota. Dan ini harus menjadi catatan seluruh pihak. Baik pemerintah dan masyarakatnya sendiri,” ucap Fauzi. Hal ini menjadi ironis, mengingat Monas kerap dijuluki paru-paru kota terbesar di Jakarta.

Untuk itu, Foke mengimbau pada masyarakat untuk terus menjaga kebersihan di areal Monas ini. Tidak hanya itu, ia juga meminta pada jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan pengembangan sarana dan prasarana yang ada di Monas.

Dengan demikian, Monas yang menjadi simbol dari Jakarta dan Indonesia tetap bersih dan nyaman.

PENCUCIAN MONAS DITUNDA

Sementara itu, rencana pencucian tugu Monas harus tertunda lantaran telah datangnya musim penghujan. Menurut Kepala Unit Pengelola (UP) Monas, Rini Hariyani, tim pencuci Monas sudah datang pada 26 – 27 Oktober lalu untuk melakukan kajian.

“Tapi ketika mereka datang, Jakarta hujan deras terus,” kata Rini. Sehingga rencana tersebut harus ditunda.

Oleh karenanya Januari tahun depan, kata Rini, tim akan kembali ke Jakarta untuk melakukan kajian pada badan tugu yang berusia 50 tahun, sekaligus mencoba alat pembersih baru. “Mudah-mudahan cuaca lebih bersahabat,” kata Rini.

Tim pencuci Monas berasal dari Perusahaan Jerman Kaarcher yang memiliki spesialisasi mencuci tugu bersejarah di seluruh dunia. Sebelumnya, perusahaan yang sama pernah mencuci badan Monas pada 1992. Pada saat itu, pencucian dilakukan menggunakan semprotan air dengan gondola.(guruh/dms)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (1 Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id