Harga Gabah Menjulang, Petani Tak Punya Stok
Senin, 28 November 2011 - 17:36 WIB
INDRAMAYU (Pos Kota) – Harga gabah menjelang masa paceklik di Indramayu cenderung kian menjulang.
Sayangnya, meski harga gabah itu tinggi mencapai Rp4.700 – Rp4.900 per Kg, namun para petani terlebih buruh tani saat ini sudah tidak memiliki stok gabah lagi. “Yang masih memiliki persediaan gabah saat ini hanya para pengusaha PB (Penggilingan Beras-red),” kata Asad, 54.
Pengusaha PB biasanya memborong gabah, hasil panen petani, saat panen raya berlangsung dengan harga beli yang murah, hanya sekitar Rp3.400 per Kg.
Gabah itu diproses. Misalanya dikeringkan, dibersihkan, dimasukkan ke dalam karung-karung plastik.
Terakhir disimpan di gudang dengan cara ditumpuk. Gabah tersebut akan dilepas atau dijual pada saat harga gabah di luar menjulang tinggi. Dengan demikian, para pengusaha PB itu meraih untung besar.
Disebutkan, selain pengusaha PB, hanya petani mampu, pemilik lebih dari 5 Hektarsawah yang masih memiliki stok gabah. “Kalau petani kecil, apalagi buruh tani, hanya memiliki sisa gabah itu untuk konsumsi hingga menjelang panen,” ujarnya.
Stok gabah petani kecil dan buruh tani, sudah lama dijual untuk menutupi berbagai kebutuhan pada saat harganya bergerak naik pada kisaran Rp4.200 per Kg.(taryani/dms).-
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 