Festival Film ASEAN 2011 di Bali
Kamis, 10 November 2011 - 20:36 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Industri film Indonesia dinilai sebagai penunjang ekonomi kreatif paling dominan. Karenanya pemerintah mendukung penuh ASEAN Film Festival yang berlangsung pada 16-17 November 2011 di Bali.
“Ini pertama kalinya diadakan ASEAN Film Festival. Ada tiga acara utama yaitu pemutaran 10 film, seminar perkembangan film ASEAN, serta resepsi dan gala dinner,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, dalam jumpa pers ASEAN Film Festival, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (10/11).
Menurut Mari ELka, ASEAN Fair 2011 menjadi peristiwa penting dalam memperkenalkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Ajang KTT ASEAN ke-19 yang dilaksanakan di Bali menjadi momentum yang tepat saat Indonesia menjabat sebagai tuan rumah ASEAN.
Ia menambahkan, sudah saatnya film mengangkat sektor pariwisata Indonesia. ”Saat Belitung dikenal lewat film Laskar Pelangi, Atambua untuk Tanah Air Beta, Mirror Never Lies dengan keelokan Wakatobinya ataukah Gunung Bromo, Raja Ampat, Bintan dan lain sebagainya. Tidak hanya pulau Dewata Bali saja tapi menyeluruh. Perlu dicatat sudah ada 69 film Indonesia sampai akhir Oktober 2011 telah diproduksi,” ungkap Mari.
Acara ini menjadi bagian dari ASEAN Fair 2011. Sharing and Caring ASEAN dengan memahami budaya dan tradisi antar negara ASEAN sebagai bagian ASEAN Fair yang melibatkan industri ekonomi kreatif seperti kuliner dan ASEAN Film Festival 2011 di Peninsula Island dan Kuta Bali selama dua hari 16 dan 17 November. 10 negara terlibat dalam event besar tersebut.
Dari Thailand, film yang akan tampil adalah “Eternity” karya sutradara M.L. Pundhevanop Dhewakul. Film ini pernah memenangkan film terbaik Thailand National Film Awards 2011.
Sementara itu, dari Filipina akan diputar film “Emil” karya Chito S. Rono, yang pernah memenangkan penghargaan Film Academy Phillipines 2011 untuk kategori film terbaik.
Dari Malaysia, film “Bunohan” karya sutradara David Said akan turut memeriahkan ASEAN Film Festival. Film ini paling banyak diekspor ke mancanegara dan baru saja diputar di salah satu festival bergengsi dunia, Toronto International Film Festival 2011. Dari Myanmar, akan diputar film Zaw-Ka Ka Nay Thi, dan Laos dengan film Only Love.
Ada pun, film Don’t Burn dari Vietnam dan Kiles dari Kamboja, masuk daftar film yang akan diputar. Film karya sineas Brunei dan Singapura juga turut ditampilkan. Perwakilan dari Indonesia adalah film Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hanny R. Saputra.
Film ini mewakili Indonesia dalam seleksi Academy Awards 2011 kategori Film Bahasa Asing Terbaik.
Dirjen Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri, Djauhari Oratmangun menambahkan, pihaknya akan memperluas dukungan dukungan terhadap AFF 2011 ini. (aby/dms)
FOTO: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu saat menjelaskan pentingnya ASEAN Film Festival di Bali pada 16-17 November. (aby)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 