Tanaman Diguyur Hujan, Petani Semangka Rugi Rp750 juta
Jumat, 4 November 2011 - 19:39 WIB
INDRAMAYU (Pos Kota) – Hujan deras yang mengguyur pesawahan dampaknya menyengsarakan para petani. Akibat hujan deras, ratusan hektar tanaman semangka, pare dan mentimun mati sebelum dipanen. Petani palawija itu menderita kerugian materi sekitar Rp750 juta.
“Akibat hujan deras yang turun dalam beberapa hari terakhir ini membuat ratusan hektar tanaman semangka, pare dan mentimun milik para petani mati sebelum berbuah,” ujar Sudirman Gandaatmadja, 50 salah seorang petani di Desa Cigugur dihubungi Pos Kota, Jum’at (4/11).
Menurutnya, saat ini terdapat ratusan hektar tanaman semangka, pare dan mentimun milik para petani di Desa Cigugur Lor, Cigugur Kidul, Bojong dan Kalensari yang masih berusia muda dan kondisinya mati.
Tanaman semangka yang mati itu umumnya baru mengeluarkan buah sebesar kepalan orang dewasa. “Akar tanaman semangka itu tergenang air hujan dalam beberapa hari terakhir sehingga daunnya menguning dan mati,” katanya.
Petani lain yang menanam jagung diakui Sudirman masih terbilang beruntung walaupun katanya konsekwensinya para petani itu terpaksa harus mengelaurkan biaya ekstra yang lebih besar untuk menyewa mesin pompa air membuang genangan air di sawah agar tidak merendam akar tanaman jagung.
Para petani berharap pemerintah membantu meringankan beban para petani yang saat ini mengalami kesulitan karena modal menanam semangka, pare dan mentimun itu ludes. Padahal, modal yang dikeluarkan para petani itu hasil pinjaman. (taryani/dms).-
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 