Luas Sawah Kian Menyusut

Produksi Gabah Terancam Anjlok

Minggu, 16 Oktober 2011 - 21:17 WIB

| More

INDRAMAYU (Pos Kota) – Banyak lahan sawah beririgasi teknis di Indramayu, berubah fungsi menjadi kawasan perumahan, pengeboran Migas PT. Pertamina EP Region Jawa, show room, bengkel mobil bahkan gardu induk PLN.

Terjadinya perubahan peruntukkan itu membuat luas sawah di Indramayu yang semula mencapai 118 ribu Hektar, kini semakin menyusut karena diatasnya sudah berdiri berbagai bangunan permanen.

“Jika hal ini tak diatasi, dikhawatirkan luas sawah akan terus menyusut dan produksi gabah yang dihasilkan Indramayu yang selama ini dikenal lumbung pangan nasional bakal anjlok,” ujar Sudirman, 50 salah seorang petani di Kecamatan Anjatan.

Disebutkan, di Kecamatan Patrol dan Sukra saja sudah cukup banyak sawah beririgasi teknis, alias sawah produktif yang bisa ditanami padi 2 kali setahun, telah berubah fungsi menjadi berbagai macam bangunan. Termasuk lokasi pengeboran migas PT. Pertamina ER Region Jawa di Desa Bugel Kecamatan Patrol.

Selain itu, ada juga sawah teknis di kedua kecamatan itu yang berubah fungsi menjadi beberapa lokasi perumahan. Di Kecamatan Terisi sawah teknis dirubah jadi bangunan Gardu Induk PT. PLN. Di Kecamatan Balongan pun sama saja. Sawah dan tambak berubah jadi lokasi perumahan, perkantoran dan industri.

(taryani/sir)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (1 Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id