Indonesia Kekurangan Maestro di Bidang Seni Budaya

Minggu, 18 September 2011 - 19:04 WIB

| More
Indonesia Kekurangan Maestro di Bidang Seni Budaya

JAKARTA (Pos Kota) – Indonesia dinilai  kekurangan maestro di bidang seni dan budaya. Untuk mendorong terbentuknya maestro baru, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional bertema Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh.

Ajang yang ditutup Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini digelar sejak tahun 2006, mengikutsertakan peserta dari  Pelajar SD dan SMP. Pada 2014 mendatang, seluruh hasil karya pemenang akan dipamerkan sebagai bagian peringatan HUT RI ke-69.

“Pada Agustus 2014, kita akan pertemukan seluruh pemenang  Lomba Cipta Seni. Semoga menjadi tonggak kebangkitan seni,” tutur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Bogor, kemarin.

Menurutnya, lomba seni seperti ini bagian pendidikan pekerti sedari dini. Untuk menjadi bangsa yang maju, generasi penerus sejak awal harus mendapatkan pendidikan yang baik untuk pikiran dan hati mereka.

“Seni adalah salah satu jalan membentuk hati sanubari kita. Melalui seni, kita membangun watak anak-anak yang kita cintai tentang perdamaian dan hormat-menghormati yang menunjukan peradaban budaya,” paparnya.

Di lokasi yang sama, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero wacik mengungkapkan, lomba yang memperebutkan Piala Presiden ini diikuti 190 peserta.

“Para peserta merupakan pelajar terbaik dari seluruh Indonesia yang mewakili daerah masing-masing. Mereka mengikuti seleksi, mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi yang dilakukan oleh Kemendiknas,” terangnya.

Acara ini, kata Jero Wacik, sebagai saran membangun dan membentuk karakter bangsa yang mudah dilakukan bila dimulai dari anak-anak. Pada lomba tahun ini juga ada satu rangkaian acara bertema “Sosialisasi Teknik Membatik”.

“Kami mengadakan acara ini untuk generasi muda bisa mempelajari teknik membatik sejak dini dengan dipandu instruktur batik,” tutupnya.

Tampil sebagai pemenang dalam Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional adalah Juan Edwin dari DKI Jakarta (tingkat SD) dan Mutiara Islami dari SMPN 01 Pelabuhan Ratu, Jawa Barat (SMP) untuk kategori lomba lukis. Adapun kategori lomba cipta puisi, pemenangnya adalah Ade Syifa Azzahra dari SDN 132405 serta Regina Maura dari SMPN I Tembilah Hulu, Riau.

Untuk lomba cipta lagu, juara pertama diraih  Ega Indriani dari RSBI SDN 56 Rantepao, Sulawesi Selatan, dan R Ratih Putri Apriliani dari SMPN 22 Bandung. Kategori lomba motif batik yang hanya diikuti peserta siswa SMP dimenangi Albertus Jonathan Sukardi dari SMP Tunas Bangsa, Kalimantan Barat. (aby)

TEKS FOTO:

FOTO : Presiden SBY didampingi Menbudpar Jero Wacik menyaksikan ratusan pelajar SD mengikuti ajang lomba Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional bertema “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh” di Istana Bogor, kemarin. (aby)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id