Printer Bodong Diduga Untuk Bikin Uang Palsu
Jumat, 16 September 2011 - 18:13 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Pantas saja banyak uang palsu beredar belakangan ini. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menemukan 955 unit printer berwarna bodong.
”Ini temuan terbesar printer bodong,” ungkap Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa (PB2J) Kemendag, Inayat Iman, Jumat (16/9).
Ratusan printer berwarna bodong tersebut ditemukan saat petugas Pegawai Negeri Sipil Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kemendag bersama Disperindag dan polisi setempat menyisir kawasan ruko Golden Gate, Nagoya, Batam.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan tiga merek printer berwarna tanpa dilengkapi buku manual, label serta tidak mengantongi izin Botasupal . Masing-masing merek CNN PXIP 289 unit, CNN PXMP 633 unit dan HPDJ 33 unit.
”Kemungkinan printer berwarna bodong yang berasal dari Singapura ini sudah merembes ke kota-kota besar, termasuk Jakarta,” jelasnya.
Saat ini, pihaknya sudah meminta Kadisperindag setempat untuk melakukan klarifikasi kepada pemilik toko tersebut. Jika yang bersangkutan tidak bisa memperlihatkan kelengkapan dokumen, mereka akan terkena sanksi sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK).
”Mereka bisa dikenakan denda Rp2 miliar dan atau 5 tahun penjara,” ucapnya.
Inayat menduga kemungkinan besar printer berwarna tanpa dilengkapi buku manual, label dan izin Botasupal ini digunakan untuk kegiatan yang tidak semestinya. Misalnya membuat uang palsu.
”Saya baca di koran, Botasupal dan Bank Indonesia (BI) belum lama ini menghanguskan miliaran uang palsu,” katanya.
Karena itu, pihaknya akan merangkul Botasupal untuk lebih mengintesifkan penyisiran terhadap printer berwarna bodong di pasaran. (setiawan/b)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 