Kemarau Melanda, Ribuan Hektar Sawah di Pantura Kekeringan

Selasa, 13 September 2011 - 6:44 WIB

| More
Kemarau Melanda, Ribuan Hektar Sawah di Pantura Kekeringan

INDRAMAYU (Pos Kota) – Ribuan hektar tanaman padi milik petani di sepanjang jalur pantai utara (Pantura) Pulau Jawa dan wilayah lainnya, terancam mati sebelum dipanen, akibaty wilayah setempat dilanda musim kemarau berkepanjangan. Hal itu terpantau pada tiga kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat

Selain lahan pertanian kekeringan, dampak kemarau ini juga melanda pasokan air di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Meskipun demikian, pasokan air baku PAM buat warga Jakarta, dipastikan aman alias tidak terganggu.

Di wilayah Indramayu, Jawa Barat, tanaman padi yang terancam mati itu rata-rata berusia antara 4 minggu hingga 8 minggu. Semestinya tanaman padi pada usia itu sedang membutuhkan air irigasi yang cukup untuk menopang pertumbuhan tanaman memasuki masa bunting.

Pemantauan Pos Kota, Senin (12/9) tanaman padi yang terancam mati itu berada di Kecamatan Juntinyuat, Karangampel dan Krangkeng yang selama ini tercatat sebagai daerah paling ujung memperoleh pasokan air irigasi dari Bendung Rentang.

Sejak musim kemarau berlangsung, sawah-sawah milik para petani di 3 kecamatan itu tak lagi memperoleh pasokan air irigasi. Sebagian besar saluran irigasi sekunder yang ada saat ini kondisinya kering.

“Sudah beberapa pekan ini air pada saluran irigasi sekunder itu tidak kelihatan lagi,” kata Mail, 37 petani di Kecamatan Krangkeng.

Karena air irigasi tak dijumpai, petani berupaya mencari sumber-sumber air dari sisa genangan pada kolam atau lahan penampung air hujan dengan memompanya ke atas permukaan sawah petani.

PURWAKARTA

Kendati volume air di Waduk Jatiluhur, Kab Purwakarta, Jawa Barat, terus mengalami penurunan selama kemarau ini, PJT II Jatiluhur selaku operator waduk serbaguna itu memastikan, pasokan air untuk warga di DKI Jakarta, aman.

” Saat ini, Waduk Jatiluhur mendistribusikan 151 meterkubik/detik dan 5 meter kubik dari sumber air setempat. Artinya, kebutuhan air untuk warga Jakarta pada kemarau ini masih aman dan tercukupi,” ujar Direktur Pengelolaan Air (Dirlola) PJT II Jatiluhur,Herman Idrus, didampingi Karo PSDA, Sutisna Pikrasaleh dan Kabag Humas PJT II Jatiluhur, Imas, kepada sejumlah wartawan di Kantor Pusat PJT II Jatiluhur, Senin (12/9).

Menurut dia, konsumen rumah tangga di DKI Jakarta dan petani di Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu tak usah risau menghadapi musim kemarau karena khawatir tak dapat air. Pasalnya, lanjut Herman, ketersediaan air di Waduk Jatiluhur masih
mencukupi sampai Bulan November 2011 mendatang.

Herman menjelaskan, hingga Senin (12/9), Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Jatiluhur mencapai 92,67 mdpl. Batas normal TMA berada pada level 94,85 mdpl. Batas kritis berada pada level 75 mdpl pada posisi itu 6 turbin sudah tidak beroperasi sehingga tidak
dapat membangkitkan PLTA. “Pernah satu kali Waduk Jatiluhur berada pada level kritis 75 mdpl tahun 1997,” ungkapnya.

Diakuinya, dampak kemarau ini, sulit mengatur air. Upaya pengaturan air dilakukan jajarannya, lanjut Herman, dengan menutup saluran air dibagian hulu dan mengelontorkan ke hilir yang saat ini para petani baru menanam padi gadu II. ” Bahkan pintu pintu air dibagian hulu ada yang kita las untuk menghindari pembobolan air oleh oknum petani yang sudah lebih dulu memanes hasil pertaniannya,” jelasnya.

Tak hanya itu, sambung Herman, pihaknya menurunkan petugas untuk piket disaluran irigasi. Ini bertujuan supaya air tepat sasaran mengairi lahan pertanian. ” Kita harus selamatkan petani dibagian hilir yang sudah ada menanam kembali padi gadu II
seluas 30 ribu hektar. Ketersediaan air memang lagi sulit tapi kita pastikan dalam kondisi lancar,” tukasnya seraya mengimbau, keterbatasan air ini harus betul betul dimanfaatkan petani dengan cara mau membagi air secara bergiliran.

(dadan/taryani/sir)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id