Sri Mulyani Baby Sitter Yang Ingin Kuliah

Rabu, 7 September 2011 - 10:11 WIB

| More
Sri Mulyani Baby Sitter Yang Ingin Kuliah

WAJAHNYA pucat pasi duduk di atas bangsal UGD Rumah Sakit Efarina Etaham, Kec Bungursari, Kab Purwakarta,Jawa Barat, Rabu (7/9) pukul 08.00 wib. Sesekali wanita muda itu menghela nafas sambil meringis menahan sakit pada bagian jidat kepalanya yang benjol.

” Nanti dulu ya Mas, saya pengen rebahan, kepala ini pusing” ucap Sri Mulyani, 19, warga Kebumen, Jateng, kepada Pos Kota yang menyambanginya, di RS Etaham, Rabu pagi.

Ia merupakan salah satu korban yang lolos dari maut saat Isuzu Elf Travel Citra No Pol B 2013 YX bertabrakan dengan truk di KM 93+100 Tol Cipularang arah Bandung-Jakarta, Rabu (7/9) sekitar pukul 04.30 shubuh. Dalam tabrakan itu enam penumpang mobil travel itu tewas.

Anak sulung dari empat bersaudara pasutri petani asal Kebumen, Mbok Siti, 45, dan Sukirman, 50, berucap syukur kepada Allah SWT, ia dan adiknya Wahyuni, 17, selamat dari musibah kecelakaan tersebut. ” Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah kami diselamatkan dari musibah ini,” gumam Sri.

Bagaimana tidak, Sri pantas bersyukur karena menilik detik-detik akhir kecelakaan itu ia dan adiknya sepantasnyalah meninggal dunia, karena benturan keras kendaraan yang mereka tumpangi menghantam truk yang berada di depannya. Seluruh penumpang berjumlah 17 orang terhempas dari dalam mobil. Bahkan belakangan ia ketahui enam penumpang dalam rombongan semobil yang ia tumpangi, tewas.

Sri menuturkan, bila sesuatu hal buruk menimpa adiknya, dirinyalah yang pasti disalahkan ayah dan ibunya. Bagaimana tidak, lanjut Sri, dalam perjalanan ke Jakarta itu, ia mengajak adiknya Wahyuni untuk dipekerjakan seperti dirinya sebagai Baby Sister. ” Saya sengaja mengajak Wahyuni bekerja di Jakarta. Kasihan di kampung masa depan tak jelas,” ucapnya.

Rencananya, kata Sri, Wahyuni akan mengikuti pelatihan di satu yayasan penyalur tenaga kerja yakni Yayasan Citra Bunda, di kawasan Kelapa Gading. Seperti hal dirinya yang kini telah bekerja sebagai Baby Sister selama 1,5 tahun di rumah majikannya karyawan Marta Tilaar di Cibubur, Jaktim, ia berhasil dapat kerja disalurkan oleh yayasan tersebut setelah sebelumnya mengikuti pelatihan selama 3 bulan.

Atas kesuksesan dirinya itu, selepas Lebaran ini, Sri pun bertekad memasukan Wahyuni ke yayasan yang sama supaya dapat kerja. ” Tentunya tidak gratisan, kena biaya administrasi,” ujarnya.

Lulusan SMP yang beberapa bulan lalu telah mengantongi Ijazah SMA dari Paket C, memimpikan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dari uang gaji Rp 1,5 juta yang ia peroleh dari pekerjaan Baby Sister. ” Bulan Oktober 2011 nanti, saya mulai masuk berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia (STIEBI) di Kebayoran Lama,” ungkapnya.

Sri tak merasa kecil hati bekerja baby sister. Impian kuliah itulah yang menjadi kekuatan dirinya mengadu nasib ke Jakarta sekalipun bekerja baby sister. ” Selain mencari rejeki halal. Ada satu manfaat merantau ke Jakarta yakni menambah pergaulan, wawasan dan pengetahuan. Setidaknya hal itulah yang ia kini rasakan. Tidak mati kutu seperti dikampung,” paparnya.

Dari berkuliah itulah, semoga menjadi titian atau tangga menuju penghidupan yang lebih baik dan maju lagi dari sekarang. Semoga saja terwujud. (dadan sukmana/b)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id