Pengelola Asing Harus Sedia Air Bersih
Jumat, 2 September 2011 - 5:17 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – DPRD DKI Jakarta dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak agar dua swasta asing pengelola air minum, bertanggungjawab terhadap penyediaan air bersih pasca tanggul jebol di Buaran.
“Kedua swasta tersebut tidak bisa berpangkutangan saja melihat warga kekurangan air besih. Mereka semestinya memiliki sistem lebih baik untuk menyuplai air bersih kala alat produksinya rusak,”kata Inggard Joshua, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Kamis (1/9).
Menurut Inggard, baik Palyja atau Aetra, belum memiliki system tersebut dengan baik. “Ini terbukti, ribuan warga kekurangan air bersih tapi tidak ada yan mensuplainya.”
Hal sama dikatakan Sularsih, bagian Hukum YLKI, mengatakan konsumen atau pelanggan PAM Jaya berhak atas air bersih yang berkualitas. “Kedua pengelola harus mampu menyediakan air bersih dalam kondisi apapun,”katanya.
Bisa saja kedua pengelola menyuplai air melalui mobil tanki. Atau, setidaknya harus ada gantirugi bagi konsumen. “Konsumen harus mendapat pelayanan meski terjadi kendala.”
Sementara itu, Badan Regulator (BR) PAM Jaya, berharap rencana pemprov membangun pipanisasi air baku dari Waduk Jatiluhur sepanjang 78 KM segera diujudkan. “Bila ini terujud maka persediaan air bersih akan terjamin,”kata Irzal Djamal, Ketua BR PAM Jaya.
Saat ini, air baku dari Waduk Jatiluhur tersebut disalurkan melalui Kalimalang. Kondisi tersebut menyebabkan mutu air baku buruk karena tercemar oleh limbah rumahtangga. Kondisi tersebut menyebabkan biaya tinggi untuk mengolahnya.
Selain itu, proyek pipanisasi mendesak dilaksanakan karena adanya krisis air bersih di Jakarta, dan demi pemenuhan kebutuhan air bersih di Jakarta hingga tahun 2015.
Dari proyek tersebut diharapkan dapat menyuplai air sebanyak 5.000 liter/detik, di mana 4.000 liter/detik disuplai ke Jakarta. Sedangkan 1.000 liter/detik sisanya dialirkan untuk kawasan Karawang dan Bekasi. Kemudian kapasitas tambahan diharapkan dapat terealisasi sebesar 2.500 liter/detik pada 2018.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih hingga tahun 2015, salah satu jalan keluar yang terbaik yaitu segera membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas 4 ribu liter per detik. IPA ini paling lambat harus sudah rampung pada akhir 2012. Menurutnya, langkah Pemprov DKI membangun IPA di Waduk Jatiluhur melalui pipa sepanjang 78 kilometer menuju Buaran, Jakarta Timur merupakan pilihan terbaik.
(john/sir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 