Pemberontak Minta Keluarga Khadafi Dikembalikan ke Libya
Rabu, 31 Agustus 2011 - 1:02 WIB
TRIPOLI (Pos Kota) - Pemimpin kelompok pemberontak di Libya murka atas kesediaan negeri tetangganya, Aljazair, yang memberikan suaka kepada Muamar Khadafi dan anggota keluarganya, dan mengatakan keputusan itu sebagai “tindakan agresif terhadap keinginan rakyat Libya.”
Mahmoud Shammam, kepala informasi kubu pemberontak, mengatakan, para pemberontak menginginkan agar anggota keluarga Khadafi dikirim kembali ke Libya.
“Kami bertekad untuk menangkap dan mengadili seluruh keluarga Khadafi, termasuk Khadafi sendiri,” kata Mahmoud Shammam, Senin (29/8) malam, sebagaimana dilaporkan kantor berita AP – Associated Press. “Kami ingin melihat orang-orang datang kembali ke Libya.”
Mourad Benmehidi, wakil tetap Aljazair untuk PBB mengakui, istri Khadafi, Safiya, putri Aisha, dan dua putranya, Muhammad dan Hannibal, telah menyeberang bersama ke Aljazair. Ketiga anak Khadafi membawa isteri, suami, dan anak-anak mereka, katanya.
Pengumuman ini merupakan pernyataan resmi pertama tentang keberadaan keluarga Khadafi sejak kolonel itu diungsikan dari benteng Tripolinya akibat tekanan pasukan pemberontak pekan lalu.
Penerbangan keluarganya memberikan bukti baru yang kuat menyerahnya keluarga Khadafi setelah pasukan pemberontak terus melakukan konsolidasi di ibukota.
Meskipun demikian, diakui, pengaruh dan kekuasaan Kolonel Khadafi dan beberapa pengikutinya masih tetap besar.
Berbicara pada konferensi pers di timur kota Benghazi pada hari Selasa, Mustafa Abdel-Jalil, kepala Dewan Transisi Nasional (NTC – Nation Transitional Council), memberi batas waktu kepada pasukan yang setia kepada Kolonel Khadafi sampai hari Sabtu untuk menegosiasikan penyerahan.
Tawaran penyerahan bagi para loyalis Khadafi terutama untuk mereka yang berada di kota pesisir Sirte, kampung Kolonel Khadafi dan fokus dukungan untuk dia. Selain itu, juga kepada kubu loyalis di Bani Walid dan di kota oasis selatan, Sabha.
“Hingga Sabtu (3/9) ini, jika tidak ada indikasi damai untuk menerapkan ini, kita akan memutuskan masalah ini secara militer. Sesungguhnya kami tidak ingin melakukannya, tetapi kami juga tidak bisa menunggu lebih lama, ” kata Abdel Jalil. (NYT/dms)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 