6 Ruas Tol Dalam Kota Dibangun di Atas Jalan
Jumat, 26 Agustus 2011 - 5:59 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota (JTDK) diyakini mampu menekan kepadatan lalulintas. Pembangunan konstruksi tiang JTDK di atas lahan jalan serta sarana lainnya. Tidak terlalu banyak membebaskan lahan warga.
Saat ini, keenam ruas jalan tol tersebut sedang dilakukan studi kelayakannya. Studi tersebut dilakukan untuk melihat akses dan koneksi antar jalan dalam pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota tersebut.
“Masih studi kelayakan, kita akan coba elaborasi hasil studi kelayakan, karena pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota ini sangat mahal. Ditambah lagi ada bagian-bagian yang harus dilakukan pembebasan tanah,” kata Sutanto Suhodo, Deputi Gubernur Bidang Industri Perdagangan dan Transportasi.
Rencana pemprov membangun enam ruas tersebut semakin kuat setelah engesahan peraturan daerah (perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Seperti diketahui, proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota yang mencakup Kampung Melayu-Kemayoran, Pasar Minggu-Casablanca, Kampung Melayu-Duri Pulo, Pulogebang-Sunter, Ulujami-Tanah Abang, Semanan-Sunter, merupakan bagian dari
program pemprov mengurangi kepadatan kendaraan. Total panjang ruas jalan yang akan dibangun mencapai 75 km.
Pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota yang akan dibangun elevated atau layang sepanjang 67,74 kilometer dengan total investasi senilai Rp 41 triliun.
Untuk pembangunan ini, Pemprov DKI Jakarta membentuk konsorsium Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yaitu PT Jakarta Propertindo dan PT Pembangunan Jaya Grup dengan nama PT Jakarta Tol Road Development (PT JTRD).
IGKG Suena, Dirut PT Jakpro, mengatakan pihaknya sangat siap melaksanakan pembangunannya. “Kita siap melaksanakan pembangunannya,”katanya.
(john/sir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 