Menikmati Mie Glosor di Bogor
Senin, 8 Agustus 2011 - 11:13 WIB
BOGOR (Pos Kota) – Bulan Puasa menjadi berkah tersendiri bagi pedagang makanan khas Ramadhan. Sebut saja, kolang-kaling, rumput laut, cingcau, timun suri, dan mie glosor. Setiap hari, menjelang buka puasa di berbagai sudut Bogor, banyak warga yang menjual makanan kecil khas berbuka puasa.
Mie glosor misalnya, mie berwarna kuning emas berbahan dasar tepung singkong atau dikenal dengan aci dan kunyit ini marak dijual di bulan Ramadhan. Makanan ini umumnya dikemas dalam bungkusan plastik siap saji. Olahan makanan ini dijual Rp2.500/ bungkus, lengkap bersama paket sambal kacang.
Di salah satu kawasaan jajanan buka puasa di Jl. Ahmad Sobana, Kecamatan Bogor Tengah, dari 21 penjual makanan kecil buka buasa atau takjil, lima di antaranya mentipkan mie glosor.
Pengelola Kedai, Iman yang menghimpun 21 penjual takjil ini mengaku setiap hari kelima keluarga yang menitipkan mie glosor masing-masing sebanyak 25 bungkus.
“Belakangan ini musim panas, peminat banyak. Tak heran, baru satu jam dititipkan mie glosor sudah habis diserbu pembeli,” ujarnya.
SULIT DITEMUI
Mie glosor berasal dari kata mie dan glosor. Asal kata glosor berasal dari karakteristik mie yang bila dimakan terasa mengalir lancar di tenggorokan. “Seperti menggelosor, tanpa dikunyah,” ujar Mamud, pembuat dan penjual mie glosor.
Mie glosor ini umumnya marak ditemukan di saat Bulan Ramadhan. Makanan ini sulit ditemui selain di Bulan Ramadhan, kecuali di tempat tertentu dan di pasar-pasar tradisonal di Bogor. Bagi pencinta makanan, bila tidak mencicipi mie glosor Bogor, apalagi saat bulan Ramadhan, terasa ada yang kurang.
“Lidah terasa kering, tapi jika sudah mencoba mie glosor, lidah semakin gairah,” ujar Tatang, penggemar mie glosor. (iwan/b)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id






Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 