Nada Sari Roti Saat Telepon Picu Kontroversi

Keberadaan Nazaruddin Kembali Misteri

Jumat, 22 Juli 2011 - 2:15 WIB

| More
Keberadaan Nazaruddin Kembali Misteri

JAKARTA (Pos Kota) – Keberadaan M Nazaruddin masih menjadi misteri, apakah di luar negeri ataukah di tanah air. Mabes Polri menyatakan telah menyebar anggotanya di luar negeri untuk membawa pulang Nazar.

Tapi, nada iklan Sari Roti yang terdengar saat M Nazaruddin terlibat percakapan dengan Metro TV, Rabu (20/7) lalu, mau tak mau telah menimbulkan kecurigaan dan kontroversi bahwa tersangka dugaan suap Wisma Atlet Palembang itu masih berada di Indonesia.

Nah, di tengah-tengah kontroversi itu, Nazaruddin ternyata masih meneruskan serangannya terhadap Ketua Umum Partai Demokrat (PD) sepertinya belum puas. Melalui kabar yang dikirim lewat BlackBerry Messengers (BBM) yang biasa dipakainya, Nazar meyakinkan wartawan bahwa apa yang disampaikannya bukan fitnah.

“Coba renungkan dan tanya kepada Anas, dari mana dia punya mobil mewah yang satunya berharga miliaran rupiah. Dari mana dia punya rumah seharga puluhan miliar. Dia bukan pengusaha seperti Aburizal Bakire atau Setya Novanto,” katanya melalui pesan yang dikirimnya, kemarin.

Menurut Nazaruddin, Anas hanyalah anggota DPR selama setahun yang gajinya bisa dihitung dan mustahil bisa membeli semua itu. Karenanya harus direnungkan apakah uang untuk memiliki harta tersebut halal dari jerih payahnya.

“Ini sekedar bahan renungan saja, kalau saya dikatakan memfitnah Anas, saya hanya membuka fakta saja,” ujar Nazaruddin lagi.

Nazaruddin berani bersumpah bahwa semua yang dikatakannya adalah fakta dan kebenaran.Anas lah menurutnya yang selama ini mengatur strategi untuk mendapatkan berbagai proyek APBN. ia hanya tinggal menjalankan saja. “Segala pola dan sistem bagaimana proyek APBN itu didapatkan Anas yang atur. Saya hanya menjalankan saja.”

MOBIL MEWAH

Khabarnya, Anas memang memiliki banyak kendaraan mewah seperti Toyota Vellfire, Range Rover, Land Cruiser, Toyota Alphard dan Hummer. Anas pun disebut-sebut membeli 4 rumah di sekiling kediamannya saat ini dan kini dibangunnya.

Ketua Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengatakan semua yang dikemukakan Nazaruddin ibarat maling terikan maling.

“Nyanyiannya tidak bisa diterima akal sehat. Pengakuan yang berubah-ubah itu menjadi sesuatu yang janggal,” katanya.

Pernyataan bahwa uang dari Wisma Atlet Sea Games yang disebut untuk memenangkan Anas dalam Kongres Partai Demokrat tidak masuk akal. Karena pembahasan wisma atket baru berlangsung 29 April 2010 sedangkan Kongres Partai Demokrat Mei 2010.

“Lagian kalau pun ada uang hanya sekadar untuk biaya akomodasi dan transportasi, ” kilahnya

Tapi saat ditanya bahwa uang untuk kemenangan Anas berasal dari proyek Hambalang Sport Center (HSC), Pasek tidak memberi penjelasan. Ia mengaku tidak ingat terhadap proyek itu.

PROYEK HAMBALANG

Proyek HSC terletak di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup sekitar 8 Km dari pintu keluar Tol Sentul ke ke arah Babakan Madang. Kelak di sini, akan berdiri pusat pendidikan, pelatihan dan sekolah atlet semacam SMA Ragunan.

Di kompleks ini rencananya akan dibangun stadion, asrama, sekolah, dan tempat pelatihan.

“Proyek ini menggantikan Sekolah Atlet Ragunan milik Pemprov DKI Jakarta. Katanya selesai akhir 2012 dan siswa SMA Ragunan akan masuk ke Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Bukit Hambalang, Sentul ini,” kata Kepala Urusan Pembangunan Desa Hambalang Misbahudin, Kamis.

Dia membenarkan bahwa proyek ini digarap PT Adhi Karya Tbk dan PT Wijaya Karya Tbk (70 persen) dan sisanya 30 persen Wijaya Karya. Dia tidak tahu persis jalannya proyek itu. Tapi mendengar khabar nilainya Rp1,518 triliun. Proyeknya telah berjalan lima setengah bulan.

Didi Hamzah, Sekretaris Desa Hambalang, mengatakan proyek ini berdri di lahan seluas 32 Ha dengan status tanah Hak Guna Usaha sejak 2005. Menurutnya, proyek sempat tersendat, tapi kini kembali berjalan.

PERBURUAN NAZAR

Sementara itu Mabes Polri menyatakan terus berkoordinasi dengan Interpol untuk memburu Nazarudin di luar negeri. Polisi berharap secepatnya dapat membawa pulang. “Polri terus melacak keberadaannya dan segera membawa pulang,” jelas Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, Kamis (21/7).

Soal di mana Nazarudin saat ini, Mabes Polri tidak mau menjelaskan. ”Tidak mungkin disampaikan, itu rahasia dan strategi penyidik untuk mengikuti keberadaannya,” tegas Anton. “Yang pasti kita sudah tahu. Doakan saja agar bisa secepatnya membawa pulang.”
(edi/adin/iwan/winoto/us/o)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id