Ekspansi, Pameran Besar Senirupa di Galerry Nasional
Sabtu, 16 Juli 2011 - 18:41 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 107 perupa menggelar hasil karya mereka pada ajang Pameran Besar Patung Kontemporer Indonesia bertajuk Ekspansi di Gallery Nasional, Jakarta, 14-24 Juli.
“Pameran ini tak hanya mengundang pematung berlatar belakang pendidikan seni patung, tapi juga yang berlatar belakang pelukis, arsitek, desain, ataupun film,” jelas Ukus Kuswara, Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film Kembudpar saat membuka pameran ini.
Sesuai dengan temanya, Ekspansi, pameran ini tidak hendak mengartikulasi batasan seni patung kontemporer. Tapi ingin mencermati keragaman. Bagaimana kecenderungan ekspresi perupa yang tidak berlatar belakang seni patung. Pameran ini dikuratori oleh Asikin Hasan, Asmudjo Jono Irianto, dan Jim Supangkat.
Menurut Asikin Hasan, di Indonesia jarang diadakan pameran besar seni patung. Pada 1977, pernah diselenggarakan Pameran Seni Patung Kontemporer Indonesia yang diprakarsai G. Sidharta (alm). Peristiwa besar terakhir yang tercatat dalam sejarah patung kontemporer, ialah penyelenggaraan Trienniali seni patung pada 1998, dimana peristiwa itu menuai protes dari perupa yang tidak berlatar belakang senirupa. Kala itu, dari 55 proposal pameran para perupa yang masuk ke Dewan Kesenian Jakarta, hanya 32 yang lolos, karena berlatar belakang seni rupa.
“Pameran bertajuk Ekspansi ini, menjawab masalah Trienniali, 13 tahun lalu. Karena pameran besar seni rupa kontemporer kali ini tidak hanya diikuti perupa yang berlatar belakang seni rupa,” kenang Asikin Hasan.
Untuk meningkatkan kreativitas dan apresiasi seni di kalangan pelajar dan umum, penyelenggara mengadakan Lomba Menggambar Model Karya Patung untuk tingkat SD dan SMP/sederajat, pada 23 Juli, dengan total hadiah Rp16 juta. (aby/dms)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 