Ardiansyah Tewas Disabet Clurit Pelajar Lain

Rabu, 22 Juni 2011 - 18:47 WIB

| More
Ardiansyah Tewas Disabet Clurit Pelajar Lain

DEPOK (Pos  Kota) – Hendak berpamitan ke orang tua untuk berangkat sekolah. Putra Pebriana Ardiansyah, 17, pelajar kelas 2 STM Penerbangan Atangsajaya menemui ajal saat ditengah Jalan Raya Parung – Bogor, Bojong Gede, terkena sabetan celurit dari sejumlah pelajar lain.

Anak laki-laki yang dikenal baik dan rajin solat selalu menjadi anak idaman orang tuanya. Tidak menyangka nasib anak pertama dari dua bersaudara pasangan suami istri (pasutri) Suradi, 47, dengan Titi Purwanti, 42 pasrah menghadapi takdir anaknya yang meninggal di tangan pelajar lain.

Suradi, orang tua korban mengatakan anak laki-lakinya sebelum berangkat sekolah pada pk. 06:30 sempat mencium kedua tangan orang tuanya. Setelah itu, mendapat kabar dari seorang temannya jam 10:30, menanyakan alamat rumah di daerah mana.

Secara tidak langsung datang mobil angkot didalam mobil terdapat jenasah anaknya yang masih bersimbah darah. “Saya langsung lemas dan tidak kuat berdiri melihat anak saya itu sudah tiada,” ujarnya kepada Pos Kota sambil mata berkaca-kaca di rumahnya Komp. Inkopad, Blok K4, Ds. Sasak Panjang, Kel. Tajur Halang, Bojong Gede, Rabu (22/6).

Berdasarkan informasi yang diketahui Suradi dari teman yang mengantarkan jenasah anaknya, kalau anaknya tersebut merupakan salah sasaran dari pelajar lain yang diketahui salah satu pelajar dari SMK Yadika Parung.

“Anak saya lagi diboncengin diatas motor bersama temannya, lalu tiba-tiba di jalan dari arah belakang diserang dengan sabetan celurit. Dia luka di punggung kiri sampai memutus urat nadi besar dan langsung tewas seketika,” paparnya.

Putra pertamanya tersebut dikenal sebagai anak yang soleh dan penurut sama orang tua.   Disekitar rumah juga sangat dikenal olah kalangan seusianya karena orangnya mudah bergaul dan supel sama siapa saja. Cita-citanya menjadi TNI kandas.

Menurut Aiptu. Mahmud Zakaria, Kasi Humas Polsek Bojong Gede, berdasarkan laporan yang diterima memang ada seorang warganya yang meninggal dunia akibat luka sabetan sajam sesame pelajar.

Namun, tempat kejadian yang bukan termasuk wilayah Bojong Gede tapi masuk wilayah Parung sehingga ditangani  oleh pihak dari Polsek Parung.

“Oleh pihak keluarga, korban dimakamkan di TPU Inkopad dekat dengan tempat tinggalnya,” tambah Mahmud. Angga

Foto: Foto semasa hidup Putra Pebriana Ardiansyah yang tewas akibat terkena sabetan celurit oleh pelajar lain. (Angga)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id