Pasca Gempa, Warga Tarutung Trauma

Minggu, 19 Juni 2011 - 16:53 WIB

| More

MEDAN (Pos Kota) – Pasca gempa di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, membuat warga menjadi trauma dan tidak berani tinggal di kediamannya. Di samping itu, bahaya longsor yang mengancam karena curah hujan relatif tinggi.”

Kepala Kantor Badan Penanggulang Bencana (BPB) Tapanuli Utara (Taput), Tumbur Hutabarat, Minggu (19/6) mengatakan, total rumah yang rusak akibat gempa menjadi 1.842 unit dan didominasi rusak ringan. Sementara fasilitas publik, seperti
sarana pendidikan yang rusak menjadi 15 unit dari sebelumnya 14 unit. “Masyarakat kita sarankan untuk tetap berada di luar rumah sementara ini,”
katanya.

Menurut dia, saran untuk berada di luar rumah hanya sementara waktu hingga keadaan dinilai aman dan tidak ada gempa susulan. Pasalnya, masih kata dia, apabila terjadi gempa dikhawatirkan akan membuat bangunan rumah runtuh dan dapat menimbulkan korban. Selain itu masyarakat juga diimbau untuk memadamkan listrik dan fasilitas yang menggunakan api, guna menghindari terjadinya kebakaran.

Sementara itu, Manajer PT PLN Ranting Tarutung Ramses Hutajulu mengatakan perbaikan jaringan listrik yang rusak akibat gempa terus dilakukan. Untuk rumah maupun gedung pemerintah yang masih layak huni telah dipasangi jaringan listrik baru. Sedangkan yang rusak berat, terlebih lagi roboh dilakukan pemutusan sementara demi menjamin keselamatan warga.

Sebelumnya dalam sepekan ini terjadi dua kali gempa di Tarutung, Tapanuli Utara. Pertama pada Selasa lalu dan Sabtu (18/6). Walaupun tidak ada korban jiwa, namun masyarakat yang berdomisili di kampung suku Batak Toba ini untuk sementara ada
yang tinggal di tenda pengungsian.

(samosir/sir)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id