Gina Puspita: Tidak Setuju Istri Taat Suami Berarti Memusuhi Nabi Muhammad SAW

Minggu, 19 Juni 2011 - 7:16 WIB

| More
Gina Puspita: Tidak Setuju Istri Taat Suami Berarti Memusuhi Nabi Muhammad SAW

JAKARTA (Pos Kota) – Kontroversi terus bermunculan dengan diluncurkannya Klub Taat Suami ole Global Ikhwan. Karena dalam klub ini diajarkan agar wanita benar-benar taat pada suaminya dalam segala hal, terlebih taat seratus persen dalam melayani seks suaami. Termasuk juga harus ikhlas dipoligami.

Kontroversi tak hanya di Indonesia, di Malaysia pun ditolak. Bahkan Mwnteri Pemberdayaan Perempuan menilai klub tersebut telah merendahkan dan mempemalukan kaum pria. Tetapi. Dr. Gina Puspita selaku Ketua Panitia Klub Taat Suami, menyangkalnya.

“Kalau ada yang tidak setuju dengan ketaatan istri seratus persen pada suami, itu berarti memusuhi Nabi Muhammad SAW. Dan kemudian jika ada yang menilai berpoligami itu tidak benar, dan hanya Nabi yang kuat dan berlaku adil, maka itu berarti menentang Sunnah Rasul, berarti mereka telah termakan oleh ajaran Yahudi, yang memang ingin memecah belah Islam,” paparnya. “Ini sangat jelas hukumnya, kenapa harus ditentang,” tambahnya.

Menurut dia, lelaki dan perempuan tidak akan menikah jika bukan karena seks yang menjadi halal. “Dan bukan seks itu harus mengikuti aturan perempuan. Jika itu yang terjadi maka tidak akan ada pernikahan,” terangnya.

Dalam rumah tangga, kata Dr. Gina, lelaki yang menjadi pemimpin dalam segala hal, termasuk di kamar tidur atau dalam urusan seks,” ujarnya.

“Dan Wanita diciptakan untuk taat seratus persen pada suami, terutama dalam seks. Baik yang monogami maupun poligami. Jika ada wanita yg menolak ketaatan iru maka menjadi petaka,” tambahnya.

Istri soleha adalah istri yg seratus persen menjalani perintah Allah dan takut dimurkai Allah. Hal itu pula yang membuat mereka taat suami.

“Istri yang seratus persen taat pada suami, terutama dalam soal seks, maka semua pintu surga terbuka untuknya,” jelasnya.

Dr. Gina sadar betul bahwa banyak yang kontra atau tak suka dengan Klub Taat Suami. “Mereka yang mengatakan Klub Taat Suami kuno, kolot dan terbelakang, berarti mereka itu orang Yahudi,” cetusnya.

Karena, katanya, tidak taatnya isteri pada suami menimbulkan banyak kasus, seperti perceraian dan banyak terjadi ibu-ibu yang membuang bayinya. “Maka, dengan adanya klub ini telah ikut mencegah perbuatan buang bayi dan perceraian,” terangnya, seraya menambahkan bahwa di klubnya itu para anggotra dididik menjadi istri yang baik.

(anggara/sir)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (4 Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id