Uang Masuk Sekolah Swasta Rp25 Juta
Kamis, 3 Maret 2011 - 6:53 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Meski tahun ajaran baru 2011/2012 masih bulan Juni nanti, tapi sejumlah sekolah swasta di Jakarta Selatan sudah mulai membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan uang pangkal berkisar Rp19,5 juta. Bahkan sebagian sekolah sudah mengadakan tes masuk.
Di SMA Al-Azhar 3 Kebayoran Baru dikatakan Kepsek Budiono, pihaknya sudah menggelar tes masuk pada Minggu (27/2) diikuti 364 peserta padahal daya tampung hanya 180 siswa kelas X. Untuk mengikuti tes, calon siswa harus membeli formulir pendaftaran
Rp150 ribu.
Di sekolah ini mematok uang pangkal Rp17 juta sudah termasuk untuk biaya kegiatan ekstra kurikuler. Sedangkan uang sekolah bulanan Rp900 ribu per bulan.
“Orangtua murid harus menyetor uang muka minimal 50 persen dari jumlah total untuk kepastian putra-putrinya bersekolah di sini,” katanya, Rabu (2/3).
Secara terpisah Kepsek Lab School Jaksel, Ulya Latifah. menjelaskan tes masuk untuk SMP sudah diadakan pada Minggu (27/2) diikuti sekitar 1.000 peserta. Khusus SMA juga sudah dilangsungkan pada 13 Februari 2011 dengan 1178 peserta dan yang akan
diterima hanya 240 siswa terbagi 6 rombongan belajar.
Untuk uang pangkal lanjutnya, tahun ini Rp19,5 juta ditambah uang bulanan sekolah Rp800 ribu. Di sekolah ini tersedia 27 jenis Ekskul untuk menyalurkan bakat dan minat siswa dengan biaya bulanan Rp100.000/bulan per siswa.
MULAI DIBUKA
Tahun ajaran baru masih lima bulan lagi. Bahkan ujian nasional pun belum dimulai. Namun sejumlah sekolah bertaraf internasionaldan nasional plus baik swasta maupun negeri sudah mulai menjaring calon siswa. Mulai dari tingkat SD hingga SMA. Umumnya pendaftaran sudah mulai dibuka akhir 2010 dengan alasan, tahapan seleksinya yang ketat dan beragam.
Sebut saja sekolah yang berbendera Penabur, mulai membuka pendaftaran siswa baru sejak Oktober 2010. Pun demikian dengan sekolah-sekolah berbendera Global, Pasiad Tukey (Kharisma Bangsa) dan sebagainya.
“Pendaftaran memang sudah dimulai akhir 2010,” ujar Sabar, staf pengajar di Sekolah Kharisma Bangsa. Sekolah bertaraf internasional dibawah yayasan Pasiad Turkey tersebut menerapkan metode per gelombang dalam menyeleksi calon siswanya.
Seleksi terhadap calon siswa dikatakan Kepala SD Kharisma Bangsa Ade Setyawati lebih didasarkan kepada kemampuan siswa dalam hal akademik, IQ serta kemampuan beradaptasi. Itu sebabnya, meski orangtua siswa tergolong mampu membayar biaya pendidikan, belum tentu bisa mengakses sekolah hasil kerjasama Indonesia-Turkei tersebut.
Hal yang sama juga dilakukan SDK-SDK Penabur. Sekolah ini bahkan sudah mulai membuka pendaftaran siswa baru sejak Oktober 2010. Peminatnya cukup banyak. Tahun lalu saja, saat sekolah negeri belum membuka pendaftaran siswa baru, sekolah ini sudah berhasil menjaring 75% calon siswanya. Artinya, bangku yang tersisa pada awal tahun ajaran tinggal 25% saja.
Calon siswa yang hendak mendaftar di SDK Penabur, harus lolos seleksi tes IQ mencakup matematika dan Bahasa Indonesia. Selain itu juga lolos administrasi. Untuk biaya pendaftaran, sekolah-sekolah bertaraf internasional dan nasional plus tersebut rata-rata mematok angka puluhan juta rupiah. Angka tersebut merupakan akumulasi biaya pendidikan selama setahun ditambah uang pangkal (uang gedung) yang dibayarkan orangtua siswa.
SMP Global mematok biaya yang berbeda bagi calon siswanya. Semakin pintar siswa, semakin murah biaya yang harus dibayarkan. Untuk siswa yang hasil tes seleksinya bagus, pihak sekolah hanya mengenakan biaya masuk Rp 17 juta. Namun bagi calon siswa yang hasil tes seleksinya pas-pasan, biaya masuknya bisa mencapai Rp 25 juta.
“Jadi begitu ada pengumuman bahwa anak kita diterima, biasanya pihak sekolah menghubungi orangtua siswa untuk membicarakan soal biaya ini,” ujar Ny Marina, warga Setiabudi, salah satu orangtua calon siswa.
Biaya puluhan juta rupiah tersebut belum termasuk biaya bulanan alias SPP. Global sendiri menetapkan biaya SPP per bulan Rp 1,5 juta.
Hal yang sama juga dijumpai pada sekolah-sekolah Kharisma Bangsa, Penabur dan sekolah dibawah yayasan Al Izhar. Rata-rata biaya SPP per bulan berkisar antara Rp 1,25 juta hingga Rp 1,5 juta per siswa.
(inung/rachmi/sir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id


Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 