Jalur Puncak II Digeber, Spekulan Tanah Kasak-Kusuk

Jumat, 7 Januari 2011 - 16:01 WIB

| More
Jalur Puncak II Digeber, Spekulan Tanah Kasak-Kusuk

BOGOR (Pos Kota) – Proyek pembangunan Jalur Puncak II atau Poros Tengah-Timur  akan digeber Pemkab Bogor. Meski masih ada lahan 4,8 hektare milik Perum Perhutani yang belum bisa ditebus, Pemkab akan membelinya.

Sementara sejumlah biong (spekulan-red),  kini kasak-kasuk mencari tanah murah di jalur yang menghubungkan Jonggol-Babakan Madang-Bumi Serpong Damai dan Delta Mas, Bekasi-Jonggol- Puncak-Cianjur ini.

“Jika lahan Perum Perhutani itu tetap sulit ditembus, Pemkab Bogor akan membelinya. Kami ditarget 2012 dimulai pembangunannya yang dibagi tiga tahap dengan anggaran sekitar Rp 350 miliar,” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Bogor, M Zairin, Jumat. Tahap pertama, sepanjang 28 Km dan lebar 30 meter mulai Babakan Madang-Sukamakmur-Jonggol dengan angaran Rp50 miliar-Rp70 miliar.

Tahap kedua, Sukamakmur-Cariu (Jalan Transyogi) dengan panjang 15 Km. Sedangkan terakhir, Sukamakmur-Cipanas (Cianjur) dengan panjang jalan 10 Km. “Ruas jalan ini telah ada tapi masih kecil dan kondisinya rusak,” katanya. Sedangkan daerah yang terkena jalur ini, Kecamatan Babakan Madang, Citeureup, Cariu, Jonggol, Sukamakmur hingga Tanjungsari dengan meliputi, 67 desa dan luas lahan 71 Hektare.

Rencananya jalan ini sepanjang 26 Km. Masalah pembebasan lahan, sudah mendapat lampu hijau dari pemilik lahan di antaranya, Group Sentul, Probosutejo, Delta Mega Kuningan, Bukit Kharisma Sukamakmur dan Perhutani. “Agenda 2011 ini kita lakukan detail engineering design, pendataan tanah, tanaman, bangunan, pembebasannya, pembukaan badan jalan 14 km dengan lebar 20 meter hingga proses penyelesaian tanah kehutanan yang terkena jalan,” papar Zairin.

Poros Timur-Tengah merupakan jalur singkat yang rencananya akan digunakan untuk akses dari Bogor atau Jakarta menuju Cianjur dan Bandung. Sebab, Jalur Puncak dari pintu masuk Ciawi sudah terlalu padat. Kini, sejumlah investor mulai melirik kawasan tersebut. Sejumlah biong kini ramai-ramai memburu tanah di kawasan ini. Tak ayal, dalam tempo singkat, harga tanah melambung.

Hal ini diakui Aim, biong tanah, warga Singosari, Kecamatan Jonggol. Belakangan ini, banyak orang yang datang mencari tahu harga tanah dan survei. Lahan di pinggir jalan misalnya, sekitar Rp 350.000 hingga Rp 400.000 per meter. “Kalau lokasinya agak masuk, lebih murah, bisa dapat Rp 25.000 per meter. Investor yang datang memang belum ada yang transaksi, karena mereka baru survei,” katanya.

Camat Jonggol, Asep Aer Sukmaji, mengakui investor memburu tanah langsung ke pemilik atau lewat biong, bukan melalui kantor desa atau kecamatan. “Kami dapat laporan dari kades, investor itu berdatangan baru sekadar menanyakan harga tanah dan survei,” katanya.

(iwan/sir)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id